Graha Garuda Tiara Indonesia – Bangunan Peninggalan Orde Baru yang Terlupakan
Graha Garuda Tiara Indonesia atau yang selanjutnya disingkat GGTI adalah kompleks kawasan peninggalan orde baru dengan desain pancasila yang dibangun pada tahun 1995. luas dari bangunan ini sekitar 44 hektar dan sudah bertahan hingga tahun 2013.
GGTI terletak di jalan narogong nomor 176, Cileungsi, Kabupaten Bogor. saat itu pembangunan GGTI dilakukan dalam rangka SEA Games 1997 yang dilaksanakan di Jakarta. konon biaya yang dihabiskan untuk pembangunan GGTI berkisar 75 miliar rupiah dengan kurs kala itu Rp 2.194 per dolar AS. digadang gadang sebagai top priority sehingga kualitas bangunannya pun kelas 1.
(ilustrasi jika GGTI selesai dibangun namun sayangnya hingga bangunan ini diratakan, pembangunan GGTI tak kunjung selesai)
pembangunan pun dilakukan 2 tahap. setelah pembukaan area yang dulunya merupakan lahan hutan karet, akhirnya dibangun pondasi dan berhenti sementara di akhir tahun 1995. namun selanjutnya, proyek ini dilajutkan kembali Agustus 1996 dan berakhir Oktober 1996.
rencananya, GGTI akan digunakan sebagai wisma atlet yang katanya menyaingi kawasan olahraga senayan peninggalan era soekarno. saat itu, konon, tutut soeharto, putri pak soeharto, setiap akhir bulan mengunjungi tempat ini untuk sekedar memantau atau menginap di GGTI. dan seperti biasa serta lazimnya era orde baru. bangunan GGTI ini dikelola di bawah yayasan yang dinaungi oleh tutut soeharto.
namun seiring berkembangnya zaman dan kejadian 1998 serta ekonomi yang melemah. bangunan GGTI menjadi tidak terurus selepas pemerintah orde baru berganti. mungkin alasan bahwa bangunan GGTI masih merupakan bangunan yang berdiri atas nama yayasan ditambah GGTI tidak mampu melunasi kredit, menjadi alasan kenapa tidak ada tindak lanjut oleh pemerintah selanjutnya dalam mengurus GGTI. oh ya. disebut-sebut bahwa pada saat kerususan 98, bangunan ini menjadi tempat persembunyian ekspatriat saat kerusuhan Mei 1998. beberapa tamu dari jepang dan korea serta pegawai pemerintah pernah menginap di GGTI karena takut ke jakarta.
(salah satu bagian gedung GGTI ketika bangunan ini masih berdiri)
(citra satelit via google earth yang menampilkan area GGTI ketika masih berdiri hingga diratakan)
tahun 2014 terdengar kabar bahwa GGTI sudah diratakan, sehingga hanya tersisa puing-puing dari kerangka bangunan GGTI. menurut saya sangat disayangkan bahwa bangunan dengan desain yang sangat unik tersebut diratakan, hal ini tentunya mengingatkan kita para quoran oleh bangunan di wilayah yang sama yaitu wisma atlet hambalang yang nasibnya juga sama terbengkalai.
