Stasiun Radio Malabar, Stasiun Radio Bergaya Estetik yang Pernah Ada di Indonesia
Pada awal abad ke-20, pemerintah kolonial Hindia Belanda sadar bahwa komunikasi Hindia Belanda dengan Belanda melalui kabel telegram tidak lagi efektif. Pasalnya lokasi Hindia Belanda yang rentan dengan bencana alam dan situasi dunia yang pada saat itu sering terjadi konflik membuat kabel telegram rentan putus. Dengan begitu, dibutuhkan stasiun radio nirkabel sebagai alternatif sarana komunikasi antara Hindia Belanda dengan Belanda. Untuk melaksanakan proyek ini, Belanda meminta Dr. Ir. Cornelis Johannes de Groot, seorang Insinyur Belanda yang juga pernah membuat penelitian tentang pengaruh iklim tropis pada koneksi radio, untuk membangun stasiun radio ini.
Sekarang bekas tempat berdirinya Stasiun Radio Malabar dan fasilitas buat karyawannya menjadi tempat wisata untuk berkemah. Beginilah puing-puing bangunan Stasiun Radio Malabar beserta dengan gedung fasilitas buat karyawannya. Meskipun begitu, masih ada bangunan-bangunan yang dahulunya dibangun oleh Belanda untuk mendukung beroperasinya Stasiun Radio Malabar. Bangunan tersebut lebih mengarah kepada sebuah pembangkit listrik
