Bolehkah Sabun Pencuci Pakaian (Deterjen) Digunakan untuk Mencuci Piring?
Awalnya deterjen dikenal sebagai pembersih pakaian, namun kini meluas dalam berbagai produk seperti:
- Personal cleaning product: Sebagai produk pembersih diri, sabun cuci tangan, dll
- Laundry: Sebagai pencuci pakaian, merupakan produk deterjen yang paling popular dimasyarakat.
- Dishwashing product: Sebagai sabun pencuci alat-alat rumah tangga baik untuk penggunaan manual maupun mesin pencuci piring.
- Household cleaner: Sebagai sabun pembersih rumah seperti pembersih lantai, pembersih bahan-bahan porselen, plastik, metal, gelas, dll.
Kemampuan deterjen untuk menghilangkan berbagai kotoran yang menempel pada kain atau objek lain, mengurangi keberadaan kuman dan bakteri yang menyebabkan infeksi dan meningkatkan umur pemakaian kain, karpet, alat-alat rumah tangga dan peralatan rumah lainnya, sungguh tidak diragukan lagi. Oleh karena banyaknya manfaat penggunaan deterjen sehingga menjadi bagian penting yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan masyarakat modern.
Jadi dari pernyataan diatas bahwa sabun pencuci piring merupakaan turunan atau transpormasi dari deterjen. Dalam proses pembuataanya pun sama, yaitu campuran dari Trigliserida dengan NaOH. Akan tetapi pada deterjen secara umum dalam menggunakanya pada pencucian pakaian menggunakan surfaktan yang di dalamnya terdapat ABS (Alkyl Benzene Sulfonete) yang mengahsilkan lebih banyak busa dan membersihkan sampai ke bagian terdalam pakaian, akan tetapi ABS tidak ramah pada lingkungan yang susah diurai oleh tanah.
Sedangkan pada turunan deterjen berupa sabun pencuci piring memakai surfaktan yang mengandung LABS (Linear Alkyl Benzene Sulfonete), yang lebih sederhana dari ABS yang menggakibatkan hanya bisa membersihkan di permukaannya saja dan menghasilkan busa namun ramah bagi lingkungan karena terurai oleh tanah. Serta pada sabun cuci piring ditambah dengan Emal-70 yang berguna pada saat pencucian piring dengan tangan membuat tangan kita menjadi lembut dibandingkan dengan deterjen biasa.
Dan sabun pencuci piring itu diberi zat warna (Pigment), pewarna yang umum dipakai pada produk cairan pencuci piring adalah hijau dan kuning. Meskipun demikian bisa saja anda mengembangkan produk dengan warna yang lebih bervariasi. Serta parfum yang biasanya digunakan adalah jeruk. Mengapa hanya aroma jeruk yang paling banyak disukai konsumen? Hal ini disebabkan oleh fungsi aroma jeruk yang dapat ‘mengusir’ bau sisa makanan yang melekat pada piring secara dominan. Namun dapat juga digunakan aroma lain.
Walaupun deterjen boleh saja digunakan untuk mencuci piring namun sebaiknya menggunakan sabun cuci piring untuk piring ya, karena formulasi deterjen lebih kuat karena ditujukan pada noda kain pakaian.
