Mengapa Sabun Cuci Piring Memiliki Beragam Warna?
Warna produk, termasuk sabun cuci piring menggunakan warna yang sesuai tema bahan campurannya. Hijau bila bahan campurannya ekstrak jeruk nipis yang berkulit hijau, hijau muda bila bahan campurannya ekstrak daun teh, termasuk hitam bila arang menjadi ekstrak campurannya.
Tentu agak aneh kan kalau sabun dengan ekstrak atau aromanya strawberry tapi warnanya ungu atau hijau? Atau produk mie instan ekstra pedas tapi warna kemasannya biru? Agak nggak nyambung gitu. Sabun ekstrak strawberry dan mie instan ekstra pedas tentu akan berwarna merah.
Sekarang kita bahas hal lain yang menarik tentang sabun
Ada sabun yang warnanya biru atau putih, misalnya pada produk Sunlight, padahal katanya Sunlight putih mengandung ekstrak Habattus Sauda atau Jintan Hitam.
Memang ada bahan ekstrak yang warnanya biru? Kok Jintan Hitam warnanya putih?
Yang ini masuk ranah filosofis.
Sunlight putih diklaim aman untuk mencuci peralatan makan bayi. Putih menggambarkan kebersihan, kemurnian, kesucian. Filosofi ini cocok untuk bayi yang lebih aman tanpa bahan pewarna tambahan.
Kalau biru?
Ini menjawab pertanyaan awal juga. Tebak, apa warna paling umum untuk produk kesehatan, termasuk sabun cuci piring?
Ya! Biru menempati posisi tertinggi secara global.
Secara filosofis, biru menggambarkan kondisi alam yang bersih: langit biru atau air laut yang kebiruan. Bahkan andai bak mandi rumah anda punya kapasitas 1 juta liter dengan kedalaman 10–20 meter, airnya akan nampak kebiruan. Sehingga biru digunakan untuk memberi kesan higienis, bersih, dan menenangkan. Biasanya sabun berwarna biru akan diberi klaim: anti bakteri, ekstra higienis, anti kuman, atau double power.
