Kondisi – Kondisi yang Sering Menyebabkan Sakit Kepala
Sakit kepala disebabkan oleh aktifnya saraf nyeri di kepala, baik akibat gangguan di kepala maupun bagian tubuh lain. Aktifnya saraf nyeri ini bisa dipicu oleh aktivitas zat kimia di otak, gangguan pada otot di kepala dan leher, atau gangguan pembuluh darah di kepala.
Penyebab gangguan tersebut dapat berupa perilaku atau gaya hidup, maupun suatu kondisi atau penyakit. Beberapa perilaku yang dapat memicu timbulnya sakit kepala antara lain:
- Konsumsi minuman beralkohol.
- Konsumsi minuman berkafein secara berlebihan.
- Kebiasaan mengikat rambut teralu kencang atau mengenakan helm yang sempit.
- Perubahan pola tidur atau kurang tidur.
- Telat makan.
- Kebiasaan merokok.
- Olahraga berlebihan, terutama yang dilakukan di dataran tinggi atau ketika cuaca sedang panas.
Sedangkan penyakit-penyakit yang dapat mengakibatkan keluhan sakit kepala, di antaranya:
Penyakit di otak
Contohnya adalah stroke, tumor otak, radang otak, meningitis, dan kelainan bentuk atau peradangan pembuluh darah otak.
Penyakit di area wajah
Penyakit yang dimaksud dapat berupa sinusitis, glaukoma, infeksi telinga, penyakit trigeminal neuralgia, sakit gigi, atau flu.
Penyakit di jantung
Contoh penyakit jantung adalah penyakit jantung koroner.
Gangguan mental
Gangguan mental ini dapat berupa gangguan panik, serangan panik, gangguan cemas, gangguan tidur, dan depresi.
Selain hal-hal di atas, ada juga sejumlah kondisi lain yang dapat mengakibatkan atau memicu sakit kepala, seperti:
- Stres
- Hipertensi
- Berat badan berlebih.
- Dehidrasi
- Keracunan zat kimia
- Cedera kepala
- Konsumsi pil KB
- Menstruasi.
Perempuan Rentan Terkena Sakit Kepala Tanpa Henti
Para ahli di Inggris menyebut sakit kepala ini dengan sakit kepala harian kronis (chronic daily headache/CDH). Tiga juta orang di sana tercatat menderita CDH. Perempuan disebut dua kali lebih mungkin untuk mengalami CDH ketimbang laki-laki.
Sebagian besar kasus terjadi pada perempuan usia 20 sampai 50 tahun. Banyak perempuan mengalami perubahan gejala sakit kepala saat pubertas, kehamilan, menopause, atau menstruasi bulanan.
