Mengenal Broken Heart Syndrome – Penyebab Dada Sakit Saat Sedih
Menariknya, wanita memiliki risiko hingga sembilan kali lipat lebih tinggi untuk mengalami Broken Heart Syndrome dibandingkan pria. Mekanisme pasti terjadinya penyakit ini belum diketahui. Adanya efek toksik dari katekolamin, sekelompok zat yang disebut sebagai neurotransmiter, menyebabkan kerusakan langsung pada sel-sel otot jantung.
Selain itu, katekolamin juga dapat menyebabkan kontraksi berlebihan yang tidak disadari pada pembuluh darah, yang dikenal dengan istilah vasospasme. Adanya vasospasme ini menyebabkan beban kerja jantung menjadi meningkat drastis dalam waktu mendadak, sehingga menyebabkan gangguan dalam kerja jantung memompa darah. Mekanisme lain yang diduga juga memainkan peran adalah adanya gangguan metabolisme pada sel otot jantung.
Broken Heart Syndrome terjadi karena stres secara emosional dan stres secara fisik. Contoh stres emosional;
- Kesedihan akibat kematian orang yang dicintai dan merasa kehilangan, atau sesuatu yang bermakna kehilangan seperti perceraian/konflik hubungan, pekerjaan, rumah, uang, peliharaan kesayangan).
- Kabar baik (misalnya, pesta kejutan, memenangkan undian).
- Kabar buruk.
- Ketakutan yang berlebih (misalnya, berbicara di depan umum, perampokan bersenjata, kecelakaan mobil).
- Kemarahan yang ekstrim.
Contoh stres secara fisik;
- Sakit parah.
- Aktifitas fisik yang melelahkan.
- Masalah kesehatan, termasuk serangan asma, kesulitan bernapas (dypnea), kejang, stroke, demam tinggi, gula darah rendah (hipoglikemia), kehilangan banyak darah, operasi.
Tanda dan gejala Broken Heart Syndrome meliputi:
- Tiba-tiba, nyeri dada yang parah (angina) – gejala utama.
- Sesak napas – gejala utama.
- Melemahnya ventrikel kiri jantung Anda adalah tanda utama.
- Cairan di paru-paru Anda.
- Detak jantung tidak teratur (aritmia).
- Tekanan darah rendah (hipotensi).
