Siapa yang Memberi Utang ke Semua Negara di Dunia?
Pada dasarnya negara bisa berhutang pada negara lain, lembaga internasional atau dari masyarakat negara itu sendiri. Untuk negara pemberi utang terbesar sedunia paling banyak merujuk ke jepang. Selain itu, data IMF juga telah merujuk jepang sebagai the most indebt country of the world tahun 2020. Namun ada juga referensi yg menunjukkan bahwa RRT (China) merupakan negara pemberi utang terbesar menggeser jepang berkat proyek OBOR atau sekarang dikenal dengan BRI.
Sebagai gambaran berikut negara pemegang utang terbesar AS pada tahun 2019.
Selain negara lain, pemberi utang juga bisa berasal dari organisasi atau lembaga yg bergerak dibidang moneter dan tentu saja yang paling terkenal adalah IMF (International Monetary Fund) dan Bank Dunia. Selain kedua lembaga tersebut, beberapa negara mulai membentuk lembaga tandingan baik dalam lingkup kawasan maupun mandiri seperti ADB (Asian Development Bank). Merujuk pada wikipedia, Pada tahun 2011, Menteri Ekonomi dan Keuangan Uni Afrika mengusulkan pembentukan Dana Moneter Afrika.
Pada KTT BRICS ke-6 bulan Juli 2014, negara-negara BRICS (Brasil, Rusia, India, Cina, dan Afrika Selatan) mengumumkan pembentukan Kesepakatan Cadangan Darurat (CRA) BRICS senilai US$100 miliar. Kesepakatan ini bertujuan menyediakan likuiditas lewat pertukaran mata uang untuk menanggapi permasalahan neraca pembayaran jangka pendek.
Pada tahun 2014, Bank Investasi Infrastruktur Asia pimpinan Cina didirikan sebagai pesaing IMF dan Bank Dunia.
Indonesia sendiri juga memiliki BUMN yang bergerak di bidang pembiayaan namun masih dalam skala nasional, yakni PT. Sarana Multi Infrastruktur (SMI).
Selain dari luar negeri, negara dapat berhutang kepada masyarakat sendiri. Misalnya di Indonesia negara berhutang ke masyarakat dalam negeri maupun luar negeri dalam bentuk Surat Berharga Negara yang kemudian terbagi-bagi lagi dalam berbagai bentuk sesuai sifatnya serta ada yang konvensional maupun yang syariah seperti SUN (Surat Utang Negara), ORI (Obligasi Ritel Indonesia) dan Sukuk Ritel.
