Apa Itu Waham dan Apa Pengobatan untuk Penderita Gangguan Waham?
Waham atau delusi adalah gangguan pikiran berupa keyakinan yang salah, tidak realistis, tidak bisa digoyahkan, tidak sesuai budaya, dan sangat diyakini seseorang. Namun, untuk menegakkan diagnosis, psikolog atau psikiater harus melakukan pemeriksaan lebih lanjut.
Pada waham kebesaran, seseorang akan merasa dirinya memiliki kekuasaan, kecerdasan, identitas yang tinggi, dan meyakini dirinya memiliki talenta hebat. Selain itu, ia juga yakin memiliki kemampuan spesial atau memiliki relasi khusus dengan figur yang hebat seperti presiden atau selebriti. Selain grandiose, ada beberapa jenis waham lainnya, seperti:
- Erotomania: meyakini dirinya sangat dicintai orang lain. Objek delusinya biasanya adalah orang terkenal atau berkedudukan penting.
- Waham kejar: meyakini bahwa ada orang lain yang menganiaya, mengejar, memata-matai, atau berusahan mencelakainya sehingga ia merasa terancam.
- Waham cemburu: meyakini pasangannya tidak setia pada dirinya.
- Waham somatik: meyakini dirinya terserang penyakit parah seperti penyakit jantung dan akan segera meninggal, atau kanker yang tidak bisa disembuhkan.
- Waham nihlistik: keyakinan bahwa dirinya sudah meninggal dan menganggap orang di sekitarnya adalah roh.
Sekitar 50% pasien mengalami recovery pada follow up jangka panjang, 20% menunjukkan penurunan gejala, dan 30% tidak mengalami perbaikan. Penurunan gejala waham berkaitan dengan berjalannya fungsi sosial seseorang dan kemampuan penyesuaian diri yang baik. Selain itu, perempuan akan lebih cepat ‘sembuh’ dibanding laki-laki. Di antara jenis waham di atas, yang memiliki perkembangan ke arah lebih baik adalah waham kejar, somatik, dan erotomania dibandingkan dengan waham kebesaran dan cemburu.
Gejala waham ini bisa jadi merujuk pada gangguan lainnya seperti schizophrenia atau Persistent Delusional Disorder. Untuk itu, memeriksakan ke dokter, psikiater, atau psikolog sangat sangat sangat disarankan. Setelah itu terapi bisa diberikan seperti Cognitive Behavioral Therapy, tindakan penanganan darurat agar penderita tidak membahayakan dirinya, atau dengan memberikan obat-obatan antipsikotik. Selain itu, keluarga disarankan juga ikut terlibat dalam proses terapi dan pentingnya penderita dan keluarga diedukasi mengenai kepatuhan meminum obat karena waham bisa dikendalikan dengan farmakoterapi yang kuat.
