Apakah Ideologi yang Digunakan Negara Korea Utara, Apakah Komunis Atau Juche
Jika membahas ideologi Korea Utara, untuk ‘arah’ negara masih komunis. Ini bisa kita lihat dari bagaimana Pemerintah Korea Utara berjalan sekarang. Mereka masih memakai sistem satu partai, penguasa tunggal (kediktatoran), nama resmi negara yaitu Republik Rakyat Demokratik Korea (RRDK) dimana mencirikan mereka adalah negara komunis.
Juche sendiri diusung oleh pemimpin pertama Korea Utara yaitu Kim Il Sung pada 28 Desember 1955 dalam pidatonya bertajuk “Tentang pembangunan secara mandiri dan menghapuskan dogmatisme dan formalisme dalam proyek ideologi”. Pidato ini berawal dari gerakan menurunkan status stalinisme (de-stalinisasi) di Uni Soviet. 2 tahun sebelumnya tepat pada tanggal 5 Maret 1953, pemimpin besar Uni Soviet Joseph Stalin meninggal dunia. Kematian sang pemimpin kontroversial inilah memicu menurunkan status stalinisme.
Upaya de-stalinisasi adalah pembentukan pemerintahan kolektif. Pemerintahan ini berperan penting salah satunya untuk mengatasi krisis parah yang ditinggalkan oleh rezim Stalin. De-stalinisasi juga menghapus kultus personalitas, penghapusan lembaga-lembaga penting yang membantu Stalin berkuasa, gulag, dan konsep politik stalinis. Hal ini dianggap sebagai ancaman kekuasaan tunggal Kim Il Sung. Seperti yang kita ketahui, Uni Soviet bisa dikatakan sebagai role model negara-negara komunis lainnya (karena mereka memang negara pencetus ideologi komunis pertama di dunia, ofc.) , sudah tentu tindak tanduk mereka akan menjadi inspirasi negara-negara komunis lainnya.
Mungkin Pak Kim Il Sung maunya jadi the only one, tok.
Maka dari itu Kim Il Sung dipidatonya menyatakan untuk mandiri as a country dengan caranya sendiri yaitu Juche. Juche berkonsep kemerdekaan (jaju), pembangunan “perekonomian nasional” (jarip) serta ketahanan diri (jawi) untuk membangun sosialisme.
Juche juga sebagai bentuk perlawanan hegemoni Uni Soviet dibawah pemerintahan Nikita Krushchev. Dikutip dari Historia | Majalah Sejarah Populer Pertama di Indonesia, Penulis bernama Lim mengatakan bahwa substansi utama pemikiran Juche adalah mengembalikan pemikiran Marxisme-Leninisme ke realitas Korea. Dengan slogan yang dipropagandakan Pemerintah Korea Utara tahun 1956 ‘Mari Wujudkan Juche!’, Kim Il Sung berupaya untuk memberi pemahaman kepada seluruh rakyatnya untuk tidak bergantung pada kejadian revolusi negara lain tetapi dari sejarah revolusi negaranya sendiri, prinsip-prinsip Marxisme-Leninisme, dan membentuk kebijakan partai yang kreatif.
Kalau dilihat secara meluas lagi, di tahun-tahun berikutnya Juche bukan lagi diperkenalkan sebagai ideologi saja, tapi usaha untuk menghapus fraksi anti-kim di kalangan partai buruh hingga menjalakna perekonomian dan pertanian negara. Juche diresmikan sebagai ideologi pada tahun 1970 dan resmi bernama Kimisme (Kim Il Sung-isme) pada tahun 1974.
Intinya arah negara ini adalah komunisme dan untuk ideologinya adalah Juche.
