Apakah Komunis Sudah Pasti Sosialis dan Apa Perbedaan Keduanya?
Komunis dan sosialis itu berbeda.
Komunisme (bahasa Latin: communis, bahasa Inggris: common, universal) adalah ideologi yang berkenaan dengan filosofi, politik, sosial, dan ekonomi yang tujuan utamanya terciptanya masyarakat komunis dengan aturan sosial ekonomi berdasarkan kepemilikan bersama alat produksi dan tidak adanya kelas sosial, uang, dan negara.
Sosialisme adalah serangkaian sistem ekonomi dan sosial yang ditandai dengan kepemilikan sosial atas alat-alat produksi dan manajemen mandiri pekerja, serta teori-teori dan gerakan politik yang terkait dengannya.
Apa itu Sosialisme?
Jika menelusuri arti dari konsep sosialisme, kita akan dihadapkan pada berbagai macam tokoh-tokoh dengan versi pandangan mereka masing-masing tentang “sosialisme”, seperti Henri de St-Simon, Karl Marx, Friedrich Engels, Robert Owen, dan lain-lain. Tapi gua akan coba membantu lo untuk merangkum ide pokok gagasan utama dari Sosialisme. Gagasan sosialisme, pada prinsipnya adalah bentuk perlawanan terhadap konsep kepemilikan privat atas alat-alat produksi, serta memperjuangkan konsep kepemilikan kolektif dan kontrol demokratis atas alat-alat produksi oleh kaum pekerja.
Berdasarkan prinsip tersebut, sosialisme terbagi-bagi menjadi banyak cabang. Salah satu yang paling awal direpresentasikan adalah sosialisme versi Karl Marx & Friedrich Engels. Sosialisme versi Marx adalah sebuah fase ekonomi yang terjadi (menurut Marx) setelah runtuhnya fase kapitalisme dan juga merupakan fase perantara sebelum memasuki fase komunisme. Menurut Marx, sistem kapitalisme cepat atau lambat akan menghancurkan dirinya sendiri karena sistem tersebut membagi jurang kelas sosial semakin jauh dan secara timpang, hanya menyalurkan kesejahteraan bagi kaum pemilik modal saja. Dengan semakin lebarnya kesenjangan sosial ini, Marx meramalkan bahwa suatu saat kaum pekerja akan bersatu dan mengambil alih alat-alat produksi dari para pemilik modal untuk menciptakan sistem ekonomi politik yang baru bernama Sosialisme.
Pada fase sosialisme, para pekerja akan mengambil alih kepemilikan alat-alat produksi yang kemudian akan digunakan oleh pemerintah (sebagai representasi dari kaum pekerja) untuk memenuhi kebutuhan sosial secara merata. Pada praktiknya, gagasan Sosialisme-Marxist inilah yang menginspirasi pembentukan negara-negara yang kita kenal sebagai “negara komunis”, seperti Uni Soviet, RRC, Kuba, Vietnam, dll.
Fase sistem ekonomi menurut Marxist: Sosialisme adalah kondisi setelah Kapitalisme runtuh, dan akan menuju kondisi Komunisme.
Satu hal yang perlu lo garis bawahi adalah: negara-negara yang kita kenal sebagai “negara komunis” seperti pada contoh di atas, secara definitif sebetulnya bukanlah negara komunis, melainkan adalah negara penganut sosialisme ala Marx yang bertujuan kelak mencapai fase komunisme. Satu hal utama yang menjadi corak golongan sosialis-Marxist adalah pemerintah mengambil alih segala bentuk perputaran ekonomi. Dengan kata lain, tidak ada sektor swasta, tidak ada pasar, tidak ada perdagangan, tidak ada pengusaha. Segala bentuk pemenuhan kebutuhan masyarakat merupakan tanggung jawab tunggal dari pemerintah yang terpusat.
Negara “komunis” atau lebih tepat disebut sebagai negara penganut Sosialisme-Marx yang bertujuan mencapai tahap Komunisme.
Apa itu Komunisme?
Nah ini dia nih istilah yang paling sering disalahartikan di Indonesia. Sebagian besar masyarakat Indonesia keliru mengidentikkan paham Komunisme sebagai paham kaum pemberontak yang anti-Pancasila dan anti-agama. Padahal pada prinsipnya, definisi komunis tidak relevan dengan semua atribut itu. Secara garis besar, Komunisme adalah gagasan tentang sistem ekonomi yang dirancang oleh Karl Marx & Friedrich Engels dalam sebuah buku berjudul Das Kapital sebagai bentuk antitesis (pertentangan) terhadap sistem ekonomi kapitalis yang saat itu berkembang pesat seiring dengan berjalannya Revolusi Industri.
Karl Marx & Friedrich Engels, 2 filsuf ekonomi-politik, penggagas konsep komunisme
Nah, kalau dalam pembahasan sosialisme di atas sempat disinggung bahwa Marxist-socialism dianggap sebagai sebuah fase perantara yang kelak akan menjadi fase komunisme, lantas apa itu fase komunisme? Komunisme menurut Marx adalah sebuah fase akhir dari proses perubahan sistem ekonomi-politik, di mana ketika negara (sosialis) telah berhasil mendayagunakan alat produksi untuk pemenuhan kebutuhan rakyatnya, maka suatu ketika nanti akan terbentuk suatu masyarakat ideal yang saling memenuhi kebutuhan satu sama lain, tanpa perlu adanya peran dari pemerintah.
Dalam konteks ini, komunisme bisa dikatakan sebagai bentuk kondisi masyarakat anarkis, yang tidak lagi membutuhkan figur pemimpin, tidak membutuhkan negara sebagai lembaga kewenangan vertikal. Dalam impian komunisme ala Marx ini, akan tercipta masyarakat yang setara, tidak ada lagi kelas sosial, tidak ada lagi kepemilikan pribadi, tidak ada sektor swasta, tidak ada negara, tidak ada konsep uang, tidak ada pasar, tidak ada perdagangan. Semua orang akan mengerjakan apa yang mereka inginkan, serta saling memenuhi kebutuhan satu sama lain secara sukarela.
Dalam praktiknya, sejauh dari yang gua tau, sampai saat ini belum ada komunitas dengan skala besar yang secara aktif berhasil menjalankan komunisme impian Marx sesuai dengan pengertian-pengertian di atas. Nah, buat lo yang ingin lebih jauh menelusuri sejarah penerapan dari pemikiran Marxist, gua rekomendasikan lo untuk membaca karya & perjalanan hidup dari Karl Marx, Friedrich Engels, Vladimir Lenin, dan Leon Trotsk
