Sejarah, Teori, dan Jenis-Jenis Psikolog Kepribadian
Sejarah Psikologi Kepribadian
Psikologi di bidang ini sebenarnya telah ditujukan menjadi suatu disiplin ilmu yang sudah sejak lama ada, bahkan sebelum masehi.
Hal ini terbukti dalam literatur mitologi kuno yang memberikan info bahwa para pemain drama sering menggunakan make up atau topeng untuk memerankan tokoh lain dan menyembunyikan identitas masing-masing.
Pada zaman bangsa Romawi, hal ini juga tercatat dan diberi nama personality. Itu dapat diartikan bahwa kehadiran seseorang melalui identitas yang tidak mencerminkan dirinya sendiri.
Akan tetapi, hal ini tetap bisa menghasilkan kesan yang mendalam bagi orang yang menyaksikan.
Nah, untuk membedakan antara tingkah laku pemain drama dan tokoh asli, para filsuf akhirnya mempelajari tingkah laku manusia dengan berbagai penelitian.
Dari sinilah akhirnya psikologi soal kepribadian semakin berkembang dan juga mempelajari dunia psikologi pendidikan.
Namun, untuk perkembangan pertama kalinya, ini tercatat pada abad ke 18 Masehi. Saat itu, ilmu tentang disiplin psikologi ini sudah menjadi ilmu yang sah dan diakui.
Oleh sebab itu, di saat tersebut, ilmu ini sangat berkembang dan menjadi salah satu disiplin ilmu yang dipelajari bahkan hingga saat ini.
Teori Psikologi Kepribadian
1. Teori Humanistik
Teori pertama yang dibahas mengenai ini adalah teori humanistik. Teori psikologi kepribadian yang dikemukakan oleh Abraham Maslow yang berpendapat bahwa manusia memiliki kebebasan untuk menentukan tindakan atau memilih sendiri nasib yang akan dijalaninya.
Teori ini sebenarnya berdasarkan pada filsafat eksistensialisme yang menolak pendapat bahwa manusia merupakan hasil bentukan sejak lahir atau disebut juga dengan hasil bentukan alam semesta.
Para ahli psikologi berasumsi bahwa individu memiliki kebebasan dalam memilih tindakan atau menentukan sendiri nasibnya sebagai perwujudan dari keberadaannya.
2. Teori Behavioristik
Sedangkan menurut teori behavioristik yang dikemukakan oleh beberapa orang ilmuan, berpendapat bahwa ini adalah tindak laku manusia yang berdasarkan fungsi stimulus.
Kepribadian ini pada akhirnya diperoleh dari belajar pada lingkungan. Ilmuan yang mengemukakannya adalah J. B. Watson, B. F. Skinner, E. L, Thorndike dan Ivan Pavlov.
Para ahli yang mengemukakan teori yang satu ini telah melakukan berbagai penelitian dan menemukan bahwa segala tingkah laku manusia didapatkan dari proses belajar yang berasal dari lingkungannya. Bukan yang didapat secara instan atau yang dibawa secara lahir.
3. Teori Psikodinamika
Selanjutnya adalah menurut teori psikodinamika yang dikemukakan oleh Sigmun Freud. Teorinya memiliki pendapat bahwa dalam diri setiap individu terdapat energi psikis yang dinamis.
Energi inilah yang kemudian menentukan kepribadian manusia karena bersikap kekal atau tak bisa dihilangkan bahkan dihambat sekalipun.
4. Teori Belajar Sosial
Teori psikologi kepribadian ini juga dikemukakan oleh beberapa ilmuan sekaligus yakni Dollard, Miller, Rotter dan Bandura.
Teori belajar sosial memiliki pendapat bahwa kepribadian manusia adalah hasil dari interaksi dengan lingkungan secara terus menerus. Di mana, setiap individu dan lingkungan saling memberikan pengaruh.
Individu dapat membentuk perilakunya secara langsung dan tidak langsung. Untuk pembentukan pribadi secara langsung, ini dilakukan dengan mendapatkan penghargaan dan hukuman dari lingkungan.
Sedangkan yang tidak langsung adalah dengan melakukan pengamatan terhadap lingkungan.
Jenis-jenis Psikologi Kepribadian
Untuk jenis psikologi ini, dibagi berdasarkan metode dalam penyusunan teori dan berdasarkan komponen kepribadian yang digunakan.
Untuk yang disusun berdasarkan metode penyusunan teori, jenis psikologi ini terdiri dari yang disusun secara spekulatif. Maksud ini adalah teori yang disusun oleh para ahli filsafat seperti Plato, Kant dan lainnya.
Sedangkan jenis yang kedua berdasarkan metode penyusunan teori adalah dari hasil penyelidikan empiris atau disebut juga dengan eksperimental.
Teori ini disusun berdasarkan teori yang ada pada abad terbaru ini. Sedangkan untuk jenis yang disusun berdasarkan komponen kepribadian yang digunakan berbeda lagi.
Teori pertama adalah teori konstitusional yang mana contohnya adalah mazhab Perancis, Italia, Kretschmer dan lainnya.
Lalu, ada teori temperamen yang contohnya adalah teori Meumann, Kant, Ewald dan lainnya. Lalu, ada teori ketidaksadaran yang contohnya adalah teori Jung, Freud dan Adler. Ada teori faktor dan kebudayaan juga dari jenis psikologi kepribadian ini.
Nah, sekarang Anda sudah mengerti dengan apa yang dimaksud psikologi kepribadian, kan? Mempelajari dasar ilmu psikologi kepribadian yang satu ini tentunya sangat bermanfaat.
Apalagi, dasar ilmu psikologi tentang kepribadian seorang manusia ini bisa bermanfaat dan mempermudah Anda dalam mempelajari karakteristik dirinya sendiri maupun orang lain yang ada di sekitar untuk saling berinteraksi.
