Tiga Gaya Komunikasi Dasar
Jika Anda seorang manajer atau pemimpin, Anda harus belajar tentang gaya komunikasi yang Anda ingin karyawan Anda gunakan. Ketika komunikasi antara orang-orang tegang, kesalahan terjadi dan hasil yang tidak menyenangkan. Untuk menghindari masalah ini, lihat tiga gaya komunikasi dasar:
Tiga gaya komunikasi dasar adalah: komunikasi agresif, komunikasi pasif, dan komunikasi lancar. Anda akan dapat mengelola gaya komunikasi yang berbeda dengan mengetahui pro dan kontra mereka. Komunikasi agresif bisa efektif jika Anda berkomunikasi dengan mereka yang mencoba menyakiti Anda atau jika Anda berada dalam situasi di mana kemungkinan terjadi kekerasan. Komunikasi pasif seringkali melibatkan permintaan kerja sama atau umpan balik positif dari orang lain, sedangkan komunikasi yang lancar bergantung pada penguatan positif dan empati untuk menciptakan harmoni.
Ketika Anda belajar tentang gaya komunikasi komunikasi asertif, Anda akan dapat berbicara dengan mereka yang mencoba menyakiti Anda atau kesal tentang sesuatu yang Anda lakukan. Komunikasi asertif memungkinkan Anda menunjukkan betapa pentingnya Anda bagi orang lain, termasuk atasan, rekan kerja, dan pelanggan Anda. Anda dapat menunjukkan otoritas Anda karena Anda mendominasi percakapan. Namun, ketegasan juga sering membuat orang lain merasa tertutup atau terintimidasi. Karena memungkinkan orang lain merasa bergantung pada Anda, komunikasi asertif juga membuat seseorang merasa bersalah.
Gaya komunikasi berikutnya, pasif, memungkinkan Anda untuk berbicara tanpa mengharuskan orang lain melakukannya. Saat mengkomunikasikan gaya ini, Anda tidak bertanggung jawab atas apa yang Anda katakan atau lakukan. Misalnya, saat berkomunikasi secara pasif, Anda mungkin memberi perintah kepada karyawan Anda dan meminta mereka untuk mengikutinya. Pada gilirannya, karyawan Anda mungkin mengikuti perintah Anda, tetapi mereka tidak diharuskan untuk melakukannya. Menggunakan gaya ini memungkinkan Anda untuk mengurangi tingkat stres, karena tidak perlu mengambil tanggung jawab pribadi atas tindakan atau pikiran orang lain.
Gaya komunikasi ketiga, agresif, digunakan oleh mereka yang tidak setuju, konfrontatif, atau memaksa. Tipe orang seperti ini sering merasa memiliki kekuatan dalam percakapan tertentu. Dengan menggunakan gaya komunikasi ini, Anda dapat mengontrol percakapan atau, jika perlu, memastikan bahwa percakapan hanya berjalan satu arah. Misalnya, jika seseorang berbicara tentang cuaca, Anda dapat berbicara tentang jenis cuaca yang Anda alami. Jika Anda merasa frustrasi, Anda dapat mengalihkan pembicaraan atau memberikan saran (seperti, “Cuaca hari ini hangat.”) Gaya ini sering membuat orang merasa sedang dikendalikan atau diserang.
Kepribadian Anda juga mempengaruhi gaya komunikasi yang Anda gunakan. Gaya komunikasi tertentu, seperti dominan, mendominasi, dan tegas, cenderung memunculkan ciri-ciri kepribadian tertentu. Jika Anda cenderung menjadi orang yang dominan, Anda mungkin perlu menggunakan negosiasi atau pernyataan otoritatif untuk mendapatkan dominasi dalam percakapan. Namun, jika Anda cenderung menjadi orang yang asertif, Anda mungkin merasa tidak nyaman menggunakan gaya komunikasi ini.
Ada banyak gaya komunikasi lainnya, seperti deskriptif, terintegrasi, atau deskriptif, dan intrapersonal. Beberapa strategi komunikasi berfokus pada gaya komunikasi, seperti menggunakan metafora, atau menggunakan cerita pribadi untuk menjelaskan sesuatu kepada orang lain. Namun, strategi komunikasi ini tidak seakurat atau berguna seperti komunikasi kesadaran diri. Komunikasi kesadaran diri melibatkan perhatian pada bahasa tubuh Anda, nada suara, nada suara, dan bahkan bagaimana Anda bernapas. Ini menghilangkan gaya komunikasi agresif dan memungkinkan Anda untuk merespons lebih alami.
Mempelajari cara berkomunikasi secara efektif berarti meluangkan waktu untuk mendengarkan dengan cermat apa yang dikatakan orang lain. Anda harus dapat mendengar bahasa tubuh yang halus, ekspresi wajah, dan kata-kata yang dapat didengar. Dengan mendengarkan orang lain dengan cermat, Anda akan dapat menentukan kapan mereka berbicara kepada Anda dan apa yang mereka katakan. Ini akan memungkinkan Anda untuk menjadi lebih otentik dan setia kepada pendengar Anda. Setelah Anda mempelajari cara yang benar untuk berkomunikasi dengan orang lain, Anda akan dapat berkomunikasi secara efektif dengan hampir semua orang.
