Ini yang Akan Terjadi Jika Indonesia Merdeka 100 Tahun Sebelum 1945
Apa yang terjadi ketika Indonesia merdeka tahun 1845 ?
Jawabannya, INDONESIA BUBAR sebelum Lahir
Karena Konsep akan Indonesia sendiri baru dibangun tahun 1900–1942. Pada tahun 1845, masih ada kerajaan-kerajaan yang statusnya MERDEKA, terpencar-pencar, bersifat kesukuan, dan saling berperang satu sama lain. Salah satu wilayah Nusantara yang paling terjajah waktu itu adalah Jawa.
15 tahun sebelumnya sebuah peperangan yang dikenal dengan Perang jawa atau Perang Diponegoro baru selesai. Hal yang memungkinkan kemerdekaan Jawa adalah jika waktu itu Pangeran Diponegoro memenangkan perang dan memperoleh suksesi atas Jawa, utamanya Jawa Tengah dan Jawa Timur. Foto dari Lukisan yang menunjukkan penangkapan (atau mungkin menyerahnya ?) Diponegoro oleh De Kock :
Perang Diponegoro meletus pada 1825, dilatarbelakangi oleh pembangunan sebuah Jalan raya baru di Tegalreja. Pemberontakan tersebar di seluruh, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan pusatnya di Yogyakarta. 15 dari 29 pangeran, demikian pula 41 dari 88 Bupati, bergabung dengan Diponegoro. Istana Surakarta tetap menjaga jarak, tetapi agaknya pihak istana akan ikut memberontak juga apabila kemenangan Diponegoro bisa dipastikan.
Di Pihak Belanda mendapat bantuan dari Istana Surakarta yang bersifat ambivalen hanya mengalami sedikit kesuksesan. Selain itu Sultan Yogyakarta (Hamengkubuwana III) juga memihak Belanda. Pangeran-pangeran Madura dan sebagian besar pembesar Jawa juga memusuhi Diponegoro. Belanda waktu itu memang kekurangan serdadu, tapi dengan bantuan sekutu-sekutu pribuminya, kekuatan mereka diatas angin.
Pihak pemberontak melakukan serangan-serangan terhadap orang China dan Eropa. Kedua pihak tersebut dipandang oleh mereka sebagai sumber penderitaan rakyat Jawa. Terdapat suatu event yang saya kira menjadi titik balik sekaligus penentu kekalahan Diponegoro, adalah ketika dia gagal merebut Surakarta pada Oktober 1826 dan pasukannya nyaris musnah. Pada tahun berikutnya, pihak Belanda mengetahui cara yang paling baik untuk mengatasi pemberontak. Mereka menggunakan strategi benteng-stelsel (sistem benteng). Satuan kecil akan disebar dan mengawasi penduduk setempat secara permanen. Jika ada indikasi seseorang atau kelompok di daerah tersebut akan memberontak, mereka akan langsung dihabisi oleh serdadu Belanda.
Karena kelompok Diponegoro sekarang sudah terjepit dan mengalami penyakit. Beberapa dari mereka banyak yang membelot dan menyerah ke Pihak Belanda. Pada Maret 1830, Diponegoro bersedia melakukan perundingan, entah apa yang dia harapkan, tapi kita semua mengetahui bahwa Diponegoro akhirnya ditawan. Belanda mengasingkannya ke ke Manado kemudian Makassar, tempat dia Wafat pada 1855.
Sekarang Mari kita mulai membayangkan apa yang terjadi Jika Diponegoro yang menang:
Diponegoro bisa saja memperoleh kemenangan bila waktu itu berhasil merebut Surakarta pada Oktober 1826. dengan direbutnya Surakarta otomatis para pembesar di sana yang memihak Belanda, akan balik memihak Pemberontak. Belanda akan mundur ke Yogyakarta.
Dengan adanya prajurit tambahan dari Surakarta dan tempat berpijak. Pasukan Diponegoro bisa melancarkan serangan ke Jogja dan merebut tahta. Membuat Belanda terdepak dari Yogyakarta dan mundur ke Batavia. Dengan serangkaian kemenangan ini banyak orang akan berbondong-bondong mendukung Pemberontakan, wilayah Jawa Timur yang belum tunduk ke Diponegoro akan ditaklukkan beberapa Tahun kemudian.
Memang Benar Belanda masih bisa bercokol di Batavia, tapi karena kekalahan di Jawa, Belanda akan kehilangan sebagian kekuatan untuk menguasai wilayah lain dan membuat kerajaan-kerajaan lain yang masih merdeka terhindar dari ancaman Belanda.
SERANGKAIAN HAL YANG MUNGKIN TERJADI JIKA DIPONEGORO MENANG ADALAH :
- Runtuhnya Hegemoni Belanda atas Pulau Jawa dan wilayah di sekitarnya.
- Kaum Eropa dan China akan memulai eksodus besar-besaran dari Jawa untuk menghindari ancaman pengikut Diponegoro.
- Diponegoro akan meneruskan Ambisi Sultan Agung untuk mengusai Batavia (Jika berhasil Belanda akan terdepak selamanya dari Jawa bahkan mungkin Nusantara).
- Diponegoro akan mencoba menguasai wilayah pulau Jawa yang masih tersisa seperti Jawa Barat dan Banten.
- Penguasaan total atas Pulau Jawa dan Madura.
- Setelah Diponegoro wafat, akan terjadi perang saudara untuk memperebutkan kekuasaan. Sehingga Pulau Jawa akan terpecah belah lagi dan mengulangi masa penjajahan Eropa ( Kemungkinan Inggris karena posisi mereka di Asia sangat kuat pada Tahun itu)
