Keraton Kuto Gawang – Bangunan Bersejarah yang Dihanguskan Belanda
Keraton Kuto Gawang berdiri di Kota Palembang, Sumatra Selatan. Menurut beberapa sumber, lokasi keraton ini tepatnya di kawasan PT Pusri Palembang, kawasan 2 Ilir di dekat Pulau Kembaro bersebrangan dengan Plaju. Keraton ini didirikan oleh Ki Gede Ing Suro.
Gambaran Lokasi Keraton Kuto Gawang.
Lokasi keraton ini cukup strategis pada masa itu. Dikatakan strategis karena lokasinya berada di “gerbang masuk” menuju Palembang. Lebih lanjut, keraton ini juga diperkuat dengan pagar keliling yang terbuat dari kayu unglen yang tebal. Pagar-pagar ini berfungsi sebagai pelindung keraton.
Sangat disayangkan karena keraton ini telah lenyap karena dibakar oleh Vereenigde Oost indische Compagnie (VOC) atau perserikatan atau kompeni dagang yang didirikan oleh Belanda karena terjadi perselisihan terkait monopoli perdagangan antara kompeni dagang tersebut dan Palembang. Pada waktu itu, pembakaran dilakukan oleh pasukan di bawah pimpinan Johan van Der Laen pada 24 November 1659. Hal ini menyebabkan raja terakhir dari keraton tersebut yaitu Pangeran Sido Ing Rejek mengungsi ke Sakatiga, Indralaya.
