Apa yang Dilakukan Hewan Terbang Saat Sedang Terbang Namun, Tiba-Tiba Hujan Deras?
Pernahkah kamu menyadari bahwa selama hujan deras, lalat-lalat lebih sering kelihatan di dalam rumah? Kalau pernah, selamat. Maka kamu telah menyediakan tempat berlindung bagi para lalat itu selagi hujan lebat turun. Hewan-hewan yang terbang umumnya juga mengetahui jika sebentar lagi akan hujan. Sebelum itu terjadi, mereka akan mencari tempat bernaung, entah di pohon, entah di rumah manusia. Sebagian besar hewan terbang yang kamu sebutkan cukup kecil sehingga mereka tidak perlu butuh banyak ruang untuk berteduh.
Ukuran yang kecil ini adalah keuntungan sekaligus kerugian saat berhadapan dengan hujan. Keuntungannya, karena berukuran kecil, mereka lebih kecil berpeluang terhantam droplet air hujan yang jatuh. Serangga-serangga yang bermata majemuk, seperti lalat, nyamuk, dan capung, juga mampu menghindari beberapa tetesan air berkat mekanisme pengelihatan mereka yang amat sensitif pada gerakan. Kerugiannya, sekalinya mereka terperangkap dalam droplet air, baik saat hujan maupun setelah hujan, mereka akan mendapat masalah.
Air mempunyai sifat yang disebut tegangan permukaan. Singkatnya, kemampuan inilah yang membuat air menempel di kulit dan rambut kita seusai mandi, kemampuan inilah yang membuat gelembung berbentuk bulat, kemampuan inilah yang membuat kita bisa menikmati embun pagi hari.
Bagi hewan-hewan berukuran besar, droplet-droplet air ini samasekali bukan masalah. Tapi, bagi hewan berukuran kecil—sebesar atau lebih kecil dari droplet air itu sendiri—ini adalah masalah serius kalau mereka sampai terjebak di dalam. Kumbang yang terjebak di droplet pada gambar di atas, misalnya. Air tersebut menghambat pergerakannya sehingga dia tidak bisa berjalan atau terbang. Air juga menghalangi trakeanya mengalirkan udara sehingga kumbang tidak bisa bernapas dan akhirnya bisa mati karena tercekik.
Oleh karena itu, mereka tidak boleh sampai terjebak di dalam droplet air. Pokoknya tidak boleh!
Bagi hewan yang agak besar sedikit, droplet air juga akan menjadi masalah kalau dibiarkan. Terutama bagi hewan homoiotermik atau berdarah panas.
Misalnya, burung kecil atau celurut. Atau hamster. Ada yang pernah pelihara hamster, lalu mati karena si hamster tidak sengaja kecemplung di wadah minumannya? Untuk mengatasi hal itulah, dibuat wadah minum berbentuk mirip dot. Agar tidak ada risiko hamster kecemplung lagi.
Kamu mungkin heran, bagaimana mungkin hamster mati cuma karena kecemplung wadah minuman selama beberapa jam?
Itu karena hamster kita yang malang kehilangan panas dengan cepat. Panas yang dihasilkan metabolisme tubuhnya yang tinggi tidak mampu terus-menerus dihasilkan—karena dia tidak makan—dan malah terus-terusan hilang karena panas lebih cepat hilang di air daripada di udara. Hewan-hewan yang lebih kecil dari manusia umumnya memiliki rasio volume tubuh yang lebih kecil dibandingkan luas permukaan tubuh, sehingga mereka kehilangan panas dengan cepat. Karena inilah semua hewan kecil yang homoiotermik selalu merupakan hewan aktif yang tidak bisa diam. Metabolisme mereka harus berjalan cukup cepat untuk menghasilkan panas tubuh yang bisa mengimbangi panas yang keluar.
Oleh karena itu, hewan-hewan kecil yang kehujanan harus segera berteduh agar tidak kedinginan, dan harus segera menyingkirkan droplet yang menempel di bulu atau rambut mereka, agar tidak kehilangan panas dengan cepat. Cara menyingkirkannya misalnya dengan mengibas-ngibas tubuh.
Selain itu, hamster yang basah memang kurang lucu dibandingkan yang kering.
