Mengenal Daan Mogot – Seorang Pahlawan yang Lebih Familiar Sebagai Nama Jalan
Orang Jakarta pasti familiar dengan namanya, sebuah nama jalan yang terbentang di daerah Jakarta Barat, tepatnya mulai dari arah Terminal Grogol, Cengkareng, Kalideres, hingga membentang ke arah Tangerang.
Tapi apakah mereka menyadari tentang nama jalan Daan Mogot itu berasal dari sebuah nama seorang pahlawan berusia muda belia.
Nama asli pemuda keren ini adalah Elias Daniel Mogot, di saat usia remaja sudah memiliki tekad untuk membela tanah air.
- 28 Desember 1928. Daan Mogot dilahirkan di Manado
- Tahun 1942. Umur 14 Tahun Daan Mogot masuk PETA (Pembela Tanah Air), meskipun syarat untuk masuk harus berusia 18 tahun, tapikarena prestasinya yang luar biasa ia pun diangkat menjadi pelatih PETA di Bali. Kemudian dipindahkan ke Batavia.
- Tahun 1945. Usia 16 tahun Daan Mogot bergabung dengan pemuda lainnya mempertahankan kemerdekaan dan menjadi salah seorang tokoh pemimpin BKR (Barisan Keamanan Rakyat) dan TKR (Tentara Keamanan Rakyat) dengan pangkat Mayor.
- Tahun 1945. Daan Mogot diangkat menjadi Direktur Militer Akademi Tangerang (MAT) saat ia berusia 17 tahun dengan calon Taruna pertama yang dilatih berjumlah ada 180 orang.
- Tahun 1946. kontak senjata dengan tentara Jepang karena berusaha melucuti persenjataan Jepang, sebagai antisipasi pelucutan yang akan dilakukan oleh tentara NICA. Daan Mogot meninggal pada tanggal 25 Januari 1946 sebulan setelah ia berusia genap 17 tahun
Catatan Tambahan :
Elias Daniel Mogot bukan ‘tidak/belum tercatat’ dalam sejarah. Cuma saja banyak yang tidak tahu dan tidak sadar kalau “Daan Mogot” itu diambil dari nama Pahlawan. Hal ini juga berlaku kepada Margonda dan Tole Iskandar di Depok. Banyak orang yg lebih mengenal 2 orang ini sebagai nama jalan daripada nama pahlawan.
Mungkin faktor yang membuat nama-nama ini terlupakan adalah, karena beliau-beliau ini meninggal di era dimana pejuang-pejuang muda tidak bisa tercatat secara lengkap pada lembaran sejarah. Ditambah lagi, mungkin ya…mungkin gaungnya memang tidak santer terdengar seperti pahlawan-pahlawan lain di masanya
Salah seorang perwira yang meninggal bersama Daan Mogot adalah Soebianto Djojohadikusum, terdengar familiar? Pendiri bank BNI adalah Margono Djojohadikusumo, yang mana merupakan ayah dari mendiang Soebianto dan Soemitro, seorang ekonom top Indonesia yang pernah menjabat sebagai menteri keuangan, rektor fakultas ekonomi Universitas Indonesia, dan juga tokoh pemberontakan PRRI.
Soemitro mempunyai dua orang anak bernama Hasyim Djojohadikusumo dan Prabowo Soebianto. Jadi Prabowo dinamai Soebianto untuk mengenang pamannya yang gugur bersama daan mogot. Puluhan tahun kemudian, keponakannya menjabat sebagai menteri pertahanan setelah sempat berkarir di kemiliteran, persis seperti pamannya.
