Mengenal Islamic Golden Age – Zaman Dimana Islam Menguasasi Ilmu Pengetahuan Dunia
Pada Zaman Pertengahan, boleh dibilang perabadan Muslim lebih maju dari kebanyakan perabadan Eropa. Era ini dinamakan sebagai Islamic Golden Age dalam bahasa Inggris. Sebenarnya konsep ini dibuat pada abad ke 19.

Periode ini dimulai dari Kilafah Abbasid, di mana kilafah tersebut mengalami kemajuan pesat dalam perkembangan sains dan teknologi. Selain Abasid, juga ada perabadan Islam lain yang cukup maju, seperti Kilafah Kordoba di Al Andalus (kini menjadi Spanyol dan Portugal) dan Almoravid (Moroko).
Untuk penyebabnya sendiri ada banyak kemungkinan alasan. Alasan utamanya karena Pergerakan Translasi (Translation Movement), di mana banyak buku-buku asing diterjemahkan menjadi Bahasa Arab. Ilmu-ilmu yang paling banyak diadopsi berasal dari Yunani dan Iran. Iran sendiri pada saat itu merupakan jajahan dari Kilafah Abasid dan banyak orang Iran Muslim yang memperkenalkan ilmu-ilmu teknologi, sains, dan perobatan kepada orang Arab. Ilmu-ilmu ini kemudian mulai diadopsi oleh orang-orang Eropa.
Contoh-contoh penemuan dari perabadan Islam :
-Aljabar
-Trigonometri
-Kalkulus
-Titik Nebulos pada astronomi
Selain mengadopsi ilmu-ilmu dari Iran dan Yunani, mereka juga banyak menerjemahkan ilmu-ilmu dari India, Tionghoa, Mesir (Bahasa Koptik), dan bahasa Phoenesia. Boleh dibilang pada masa itu banyak orang dari perabadan Abassid yang sangat tertarik dengan ilmu pengetahuan.
Selain itu, perabadan-perabadan Islam pada saat itu juga relatif toleran. Umat non-Muslim diberi kebebasan untuk berkontribusi dalam bidang ilmu pengetahuan. Jika sebelumnya Kilafah Ummayah memberi prioritas khusus bagi orang Arab Muslim, Kilafah Abbassid memberikan prioritas bagi semua orang (Walau jizya masih ada, yaitu pajak tambahan untuk non-Muslim, namun pajaknya lebih ringan dari Ummayah).
Sedangkan di Kilafah Kordoba, umat Yahudi lebih memilih untuk tinggal di bawah kuasa Kordoba ketimbang dengan kuasa Visigoth Kristen karena para penguasa Visigoth menindas umat Yahudi, sedangkan Kilafah Kordoba sangat toleran kepada umat Yahudi (dan kepada Kristen juga.).
Dipercayai bahwa periode ini berakhir dengan jatuhnya Kilafah Abbasid kepada kuasa Mongol. Kekaisaran Mongol pada saat itu terkenal dengan kebiasaannya dalam menghancurkan jajahan-jajahannya. Baghdad, yang pada saat itu merupakan salah satu kota termaju di dunia serta merupakan kota pusat Kilafah Abbasid, dihancurkan oleh penguasa-penguasa Mongol. Banyak buku-buku dan perpustakaan dibakar.
Sedangkan untuk Kordoba, kilafah tersebut mengalami beberapa Perang Saudara yang akhirnya menyebabkan keruntuhan kilafah tersebut. Setelah itu, Al Andalus, yang telah pecah menjadi kekuasaan-kekuasaan kecil, dikuasai oleh orang-orang Berber dari Afrika Utara yang membantai orang-orang sipil dan membakar kota-kotanya. Para penguasa-penguasa Al Andalus pun akhirnya meminta bantuan dari kerajaan-kerajaan Kristen di Eropa untuk menghentikan penghancuran yang dilakukan oleh orang-orang Berber.
Setelah kerajaan-kerajaan Kristen menguasai Al Andalus, mereka menguasai Al Andalus secara paksa, sehingga para penguasa-penguasa Al Andalus harus meminta bantuan dari Almoravid, yaitu sebuah kerajaan Berber dari Afrika Utara. Setelah Almoravid menguasai Al Andalus, wilayah tersebut dijajah oleh berbagai kerajaan dari Afrika Utara, hingga tercipta sebuah Emirat lokal bernama Granada. Emirat Granada adalah perabadan Islam terakhir di Al Andalus sebelum akhirnya wilayah tersebut dikuasai oleh Kristen.
Dengan runtuhnya Abbasid dan Kordoba, Kekaisaran Osmanli/Ottoman (Turki) menjadi perabadan Islam terkuat, namun jumlah kontribusinya dalam bidang sains dan teknologi tidak bisa menyaingi Islamic Golden Age.
