Apakah Jurusan Akuntansi Masih Dibutuhkan Saat ini? Mengingat Saat Ini Sudah Banyak Perangkat Lunak Perkantoran?
Apakah Jurusan Akuntansi Masih Dibutuhkan Saat ini? Mengingat Saat Ini Sudah Banyak Perangkat Lunak Perkantoran? Jawabannya Ya, masih akan sangat dibutuhkan, dengan beberapa kondisi.
Jika kamu hanya bisa melakukan:
- Membuat journal entries untuk mencatat transaksi + membuat COA;
- Melakukan rekonsiliasi kas & bank;
- Membuat invoice dan dokumen pendukung lainnya (purchase order, delivery order, sales order, receive order, dsb);
- Melakukan pembayaran (untuk finance, bukan accounting);
- Membuat listing transaksi per akun;
- Membuat trial balance (neraca saldo), balance sheet (laporan posisi keuangan), profit loss (laporan laba rugi), cash flow (laporan arus kas), dan statements of change in equity (laporan perubahan modal);
- Menghitung pajak secara normal; dan
- Hal-hal administratif lainnya.
Maka kamu akan sangat mungkin digantikan dengan sistem, karena keperluan tenaga kerja untuk hal-hal administratif seperti ini semakin lama akan semakin berkurang.
Kenapa hal ini terjadi? Terbatas di area akuntansi saja (tidak termasuk finance, statistics, macroeconomics & microeconomics, dan analisa lainnya), ada beberapa alasan:
- Tanpa sistem pun, dengan membuat model excel advanced untuk laporan keuangan saja, sudah bisa otomatis membuat laporan keuangan secara lengkap (trial balance, balance sheet, profit loss, cash flow, changes in equity, rekonsiliasi kas & bank, account listing, dan lainnya) hanya bermodalkan journal entries saja;
- Tanpa sistem pun, dengan lanjutan dari model excel tadi, perhitungan pajak baik witholding tax, PPH final, pajak badan (corporate income tax), perhitungan deferred taxes (assets, liabilities, income, and expenses) dan juga PPN (VAT) sudah bisa diotomasi tanpa bantuan manusia;
- Tanpa sistem pun, dengan lanjutan dari model excel tadi, analisa standar/sederhana yang bersifat esensial bisa dibuat secara otomatis;
- Tanpa sistem pun, dengan lanjutan dari model excel tadi, perhitungan budget sudah bisa dibuat secara otomatis, baik dengan skema zero based budgeting maupun dengan benchmarking dari periode sebelumnya atau proxy;
- Tanpa sistem pun, dengan lanjutan dari model excel tadi, pembuatan buku laporan keuangan (balance sheet, profit loss, cash flow, changes in equity) + catatan atas laporan keuangan, sudah bisa dibuat secara otomatis;
- Mayoritas pembayaran sekarang sudah bisa secara otomatis melalui sistem juga;
- Mayoritas dokumen pendukung (invoice, purchase order, delivery order, sales order, receive order, dan lainnya) sudah bisa dibuat secara otomatis dengan sistem; dan
- Beberapa sistem yang ada sudah mengikuti penerapan PSAK & IFRS dalam pembuatan laporan keuangannya.
Sistem yang bisa mengakomodir hal ini sudah ada sejak cukup lama (SAP, Oracle, Ms. Dynamics, dsb), cuma memang karena biaya yang dibutuhkan untuk implementasi sistem secara menyeluruh cukup mahal sebelumnya, maka belum semua perusahaan bisa melakukan implementasi sistem secara menyeluruh. Namun, dengan perkembangan startup saat ini yang mana beberapa sudah mengarah ke penyediaan jasa dan sistem akuntansi yang bisa melakukan otomatisasi akuntansi untuk hal-hal yang sudah disebutkan sebelumnya, tinggal menunggu waktu sampai penyerapan sistem ini bisa dilakukan secara menyeluruh di Indonesia.
Jadi, kalau tadi di kesimpulan pertama yang disebutkan: “apakah akuntan masih dibutuhkan? Ya, masih akan sangat dibutuhkan, dengan beberapa kondisi”, kondisi yang dimaksud adalah:
- Lengkapi diri kamu dengan kemampuan excel yang lebih lanjut (macro, power pivot, query, dsb), kemampuan pengelolaan database, dan sistem lainnya bahkan kalau bisa kamu pelajari coding misalkan dengan phyton dasar untuk penerapan keuangan, agar kamu bisa melakukan otomasi di beragam jenis penerapan akuntansi. Kenapa? Karena hal ini yang akan menjadi game changer untuk kamu, dan kamu bisa mengurangi biaya perusahaan (baik dari segi kesalahan manusia, jumlah manpower yang dibutuhkan, serta biaya sistem yang dibutuhkan) dan juga waktu yang dibutuhkan untuk melakukan hal administratif. Kemampuan-kemampuan ini menjadi nilai yang sangat +++ untuk kamu ketika mendaftar ke sebuah perusahaan juga, dan ini yang akan membuat kamu menjadi lebih dihargai (baik dari segi skills dan juga gaji);
- Analisa dan intuisi. Sejauh ini, memiliki pengalaman dengan menggunakan sistem yang sudah menerapkan machine learning sekalipun, namun analisa dan intuisi manusia tetap menjadi kunci dari pengambilan keputusan, dan satu hal yang paling penting: menerjemahkan analisa keuangan yang complicated menjadi bahasa manusia yang bisa dimengerti oleh semua pihak yang membutuhkan > direktur, komisaris, pemegang saham, dan pemangku kepentingan lainnya, karena tidak jarang ditemukan orang-orang tersebut yang tidak mengerti mengenai analisa keuangan dan aspek keuangan karena mereka lebih fokus ke sisi bisnis. Tentunya, analisa dan intuisi ini dibangun tidak hanya dalam semalam atau tidak hanya dengan pelajaran-pelajaran yang sudah kamu pelajari di kampus (baik S1, S2, maupun S3), tapi berdasarkan pengalaman kerja efektif yang kamu sudah dapatkan; dan
- Jangan hanya batasi diri kamu di akuntansi saja, kamu sebagai orang akuntansi sudah mendapatkan basic terbaik yang kamu bisa dapatkan: kamu mengetahui alur uang, alur kinerja, dan alur ekonomi perusahaan melalui transaksi yang sudah kamu catat dan laporan keuangan secara lebih detail, jauh diatas orang lain yang hanya pure di finance, ekonomi, dan sebagainya. Manfaatkan basic yang sudah kamu kuasai untuk merambah ke aspek lainnya seperti finance, economics, statistics for business, dan sebagainya.
Kita harus masih belajar lebih jauh, dan kita semua masih punya waktu untuk membekali diri dengan skill-set yang lebih jauh lagi untuk beat the system, karena biarpun dengan banyaknya startup yang bermunculan dalam otomasi akuntansi dengan biaya rendah, penerapan dan penyerapan sistem di Indonesia akan membutuhkan waktu yang cukup lama. Mungkin bisa 5–10 tahun lagi baru akan terlihat banyak perusahaan di ukuran kecil, menengah, dan besar, yang mulai melakukan otomasi akuntansi dengan sistem di Indonesia. Namun tidak ada salahnya untuk belajar dari sekarang.
