Manfaat Mempelajari Kalkulus dalam Kehidupan Sehari-Hari
Pertama kali masuk perguruan tinggi bidang eksakta, misalkan fakultas teknik dan sebagainya, mahasiswa tidak sedikit yang kaget ketika melihat daftar mata kuliah yang dilihat. Melihat mata kuliah kalkulus, matematika dasar, matematika teknik atau apalah yang berbau kalkulus. Sebagian besar mereka menyangka tidak akan mendapat mata kuliah matematika lagi jika tidak masuk jurusan matematika.
Sayangnya harapan mereka sia-sia, “Sudah 12 tahun belajar matematika, pusing dengan hitung-hitungan belum lagi raport merah semua di pelajaran matematika. Akhirnya pertanyaan yang kerap lagi muncul dan muncul kembali tentang matematika.
“Memang apa gunanya belajar matematika khususnya kalkulus? berikut penjelasan tentang manfaat kalulus dalam kehidupan sehari-hari
1. Memprediksi Masa Depan
Kalkulus bisa menjadikan Anda mampu menganalisis sebuah kejadian yang akan datang. Dengan kalkulus Anda dapat memodelkan fenomena dengan data-data terdahulu dan memprediksi kejadian tersebut di masa yang akan datang.
Menyelesaikan persamaan yang rumuit di kalkulus dan mengunakannya untuk memprediksi hujan pada hari, minggu atau tahun depan merupakan hal yang tidak asing di dunia matematika.
Dunia saham juga bisa memanfaatkan persamaan matematika untuk memprediksi harga saham dengan mengolah data harga dan variabel variabel lain yang sudah terjadi. Semisal persamaan black-scholes digunakan untuk memprediksi harga saham untuk bulan akan datang atau hari yang akan datang di bursa saham..
Model memprediksi kejadian ini biasanya tidak mudah untuk dilakukan. Banyak data yang diperlukan, banyak ketidakpastian yang terjadi.
Namun tidak sedikit yang mengerjakannya dan membuat model prediksi cuaca, harga saham, harga pesawat dan sebagainya.
2. Menghemat Uang Eksperimen
Pada dekade yang silam, perusahaan penerbangan asal Amerika BOEING sebelum meluncurkan model pesawat barunya melakukan eksperimen terlebih dahulu. Mereka memasukkan prototipe pesawat berupa sayap, badan pesawat yang sangat besar ke dalam terowongan udara. Tujuan mereka adalah untuk mencari model yang seefektif mungkin yang akan dibuat secara massal nantinya.
Tentunya eksperimen ini membutuhkan dana yang super mahal dan banyak membutuhkan banyak tenaga manusia. Ini sangat tidak efektif dan menghabiskan uang perusahaan. Akibatnya berdampak pada harga tiket.
Sekarang pada jaman yang serba komputer, mereka membuat dan mendesain model prototipe pesawat di komputer yang menghemat waktu. Mereka hanya menguji dari model terbaik yang dihasilkan oleh perhitungan komputer di terowongan udara. Pekerjaan ini menghemat milliaran dolar dan menghemat waktu juga dengan melakukan modeling desain pesawat dan tes mengunakan pemodelan matematika di komputer.
3. Melakukan Percobaan yang Tak Pantas dan Mustahil
Beberapa kasus di dunia kesehatan membutuhkan eksperimen sebelum mengaplikasikannya dalam tubuh manusia. Percobaan yang demikian membutuhkan objek yang semirip mungkin dengan manusia. Karena jika diuji cobakan pada manusia, sangat sulit mencari relawan.
Padahal beberapa eksperimen akan memberikan informasi yang berguna di kesehatan dan perilaku manusia jika dilakukan, namun eksperimen tersebut dipandang sebagai hal yang tabu dan tidak pantas. Salah satu yang mungkin adalah dengan menggunakan model matematika untuk masalah tersebut.
Sebagai contoh pada kasus penyakit glukoma. Penyakit yang disebabkan beberapa nutrisi dalam darah yang memasok di jaringan mata berjalan tidak normal. Perkembangan penyakit ini membutuhkan penelitian tentang bagaimana kinerja jaringan darah tersebut ke mata. Ada beberapa pilihan percobaan.
Pilihan pertama adalah memotong mata pasien dan memasukkan selang untuk diisi beberapa cairan supaya terlihat di monitor sehingga perilaku cairan di jaringan mata terlihat.
Pilihan kedua adalah dengan mencari model matematika tentang kinerja fluida (baca: cairan) dan mensimulasikannya dalam komputer. Model tersebut bisa memprediksi yang sama tentang bagaimana cairan jaringan darah di mata dan memberikan pandangan ke dalam perkembangan penyakit glukoma.
Jadi kita semua mempunyai tantangan yang sama, berapapun umur Anda, khususnya jika Anda pada usia sekolah dasar untuk mempertimbangkan belajar matematika, belajar kalkulus. Di luar sana masih banyak hal yang masih memerlukan pengembangan dari model matematika karena percobaan yang diperlukan masih mustahil atau tidak etis.
