Dampak Psikologis Bagi Pengguna Media Sosial
Penggunaan media sosial umum membawa dampak psikologis bagi penggunanya. dampak terburuk asal penggunaan yang tanpa batas menghasilkan orang keliru paham dan akhirnya menciptakan konflik. keliru satunya adalah kenyataan perceraian yg diakibatkan penggunaan media sosial yg tidak bijak pada Depok dan Bekasi.
“jikalau kita bicara media sosial secara luas, secara psikologis itu bisa menyampaikan pengaruh pada kejiwaan kita,” ujar psikolog sosial Lisa Djapri pada Republika. merupakan apa yg kita lihat, kita baca serta kita unggah mampu menghipnotis diri kita sendiri juga kepada pasangan kita.
lalu yang dikhawatirkan ialah saat penggunaan media sosial menjadi tak bijak. sehingga ketika terjadi konflik atau marah pada pasangan, secara tiba – tiba tanpa batas diunggah di media umum. dan itu tentu akan menghasilkan pasangan sebagai tambah marah dan tidak terdapat solusi. Seharusnya masalah tadi bisa dibicarakan baik – baik dalam lingkup famili.
Cara yg bijak pada penggunaan media sosial, pertama orang harus menyadari bahwa mereka makhluk sosial yang membutuhkan interaksi sosial langsung. tidak hanya sekedar di media umum.
Masing – masing diri manusia wajib berintropeksi apakah kita sudah menyempatkan ketika buat benar – benar bercengkrama, bersosialisasi. Atau jangan – jangan hanya asik sendiri bermain media sosial tanpa hubungan.
Selanjutnya, pengguna media sosial harus bijak memilah mana yang bisa diunggah di media umum. lalu secara bijak mengatur emosi. karena kadang – kadang orang tidak tahu maksud asal unggahan pasangan, kemudian secara sensitif langsung marah – murka . Maka ada baiknya pasangan saling mengonfirmasi maksud dari unggahan.
tetapi demikian, terdapat juga dampak positif dari penggunaan media sosial. kembali lagi, bahwa manusia merupakan makhluk sosial. sebagai akibatnya, dengan medsos, orang bisa tahu global di luar sana ada apa saja yang terjadi. “karena melalui media umum kita jadi tahu tempat wisata buat famili. ada isu positif dan bermakna untuk keluarga buat anak – anak kita,” ucap Lisa.
pada pada dasarnya, penggunaan media sosial harus diimbangi dengan hubungan di dunia nyata. karena insan makhluk sosial yang membutuhkan interaksi di dunia nyata. Bukan hanya lewat teknologi. terdapat saatnya manusia butuh duduk berdua serta berbincang.
