Mengenal La Bastille, Hari Nasional Prancis yang Sama Hebohnya dengan Hari Kemerdekaan Indonesia
Hari nasional prancis dirayakan tiap 14 Juli. Hari tersebut adalah peringatan jatuhnya penjara La Bastille yang menjadi awal revolusi Prancis tahun 1789. Jatuhnya la Bastille adalah akhir dari pemerintahan monarki Prancis dan pencetus sistem negara baru yaitu Republik.
Foto Dominique Faget/AFP
Kembali ke pertanyaan, perayaan nasional Prancis seperti halnya hari kemerdekaan Indonesia secara global adalah parade militer. Sekitar 4.000 tentara dari berbagai divisi berparade. Setiap tahunnya, ada beberapa negara yang diundang. Dan hal ini sangat dinanti-nanti oleh mereka yang suka menonton perayaan ini. Kebetulan saya tidak mempunyai TV jadi tidak begitu tahu bagaimana acaranya dari awal sampai akhir. Tapi yang pasti, durasinya sama lamanya dengan parade Indonesia. Semuanya ada mulai dari pasukan, kuda, tank, motor, helikopter, pesawat terbang, hujan pasukan parasut, simulasi teroris, hingga kembang api di menara Eiffel. Tidak kalah hebohnya dengan Indonesia, tapi tidak semua orang Prancis peduli hari ini. Yang penting libur.
Berikut adalah beberapa pasukan yang saya tahu. Namun, perlu saya ingatkan bahwa Prancis memiliki banyak kategori pasukan dan sekolah militer yang tidak bisa saya sebutkan semuanya di sini.
Kelihatannya mereka konyol, tapi inilah seragam kehormatan pasukan legiun asing Prancis. Grup mereka paling dinantikan oleh semuanya karena seperti namanya mayoritas anggotanya adalah orang asing. Satu-satunya yang berseragam dari kulit, mereka juga satu-satunya yang membawa kapak dan dibolehkan berjenggot. Langkah mereka juga lebih lambat dari pasukan lain. Biasanya langkah pasukan Prancis melangkah 120 per menit, tapi untuk legiun asing hanya 88. Langkah mereka disesuaikan dengan lagu yang menjadi hymne pasukan ini yaitu Le Boudin yang jika diterjemahkan dalam Bahasa Indonesia menjadi sosis.
Salah satu sekolah militer terkenal Prancis ada di daerah saya yakni École de St Cyr. Dibentuk tahun 1802 oleh Napoléon Bonaparte. Ciri khas seragam ini adalah pedang dan topi yang dinamai sakho, yang dihias oleh bulu burung. Seragam mereka sangat mahal, sekitar 1.500 €, dibuat oleh Balsan. Foto: DDM, BG.
Pasukan Spahi awalnya berasal dari kavaleri Aljazair yang kemudian menjadi jajahan Prancis. Jubahnya merupakan tradisi Turki Ottoman.
Yang ini dari École Polytechnique I’X, ide dari Napoléon Bonaparte juga. Sekolah elit insinyur Prancis. Mereka adalah mahasiswa yang paling pintar di antara yang paling pintar di Prancis. Meskipun berseragam militer, tapi kebanyakan dari mereka berakhir menjadi insinyur dan peneliti. Tiap tahun suami saya menjadi juri bagian Fisika untuk seleksi mahasiswa ini. Seragam mereka juga dibuat oleh Balsan.
Pasukan Garde Républicain. Mempunyai sejarah tua, awalnya adalah pasukan khusus untuk melindungi raja-raja Prancis. Namun ketika revolusi, mereka membelot. Pasukan ini diubah namanya menjadi seperti sekarang. Ciri khas mereka adalah topi mereka yang berambut panjang mirip topi tentara Romawi.
Marinir Prancis dengan beret mereka yang khas dengan hiasan bola merah di atasnya.
Jangan kaget jika ada domba juga. Menurut sejarah, pasukan tembak Prancis berasal dari Afrika, domba yang dinamai El-Messaoud (artinya keberuntungan dalam bahasa Arab) menjadi maskot mereka. Sudah menjadi tradisi sebelum pergi berperang tentara akan mengusap tanduknya. Meskipun aneh tapi karena sudah menjadi bagian protokol parade, pasukan ini selalu berlenggang dengan domba-domba mereka. Kadang Prancis juga mengundang pasukan dari negara lain untuk ikut memeriahkan.
Tahun 2009, India menjadi tamu kehormatan. Foto AFP
Singapura dan Jepang menjadi tamu kehormatan tahun 2014.
