Apakah Jurusan Teknik Mesin Masih Relevan Saat Ini?
Saat ini sedang jamannya revolusi industri 4.0. Kalau kita lihat dan bandingkan dengan beberapa gelombang revolusi industri sebelumnya, bisa dilihat trend perkembangan teknologinya. Diawali dengan mekanisasi, kemudian elektrifikasi dan dilanjutkan dengan teknologi komputer hingga sistem fisik siber (CPS).
Terkait dengan industri 4.0 tersebut, beberapa ilmu teknik mesin terkait manufaktur berkembang dengan cepat. Sebagai contoh yakni proses dari desain hingga proses pembuatan dan inspeksi (CAD, CAE, CAM hingga CNC dan CAI).
Gambar : Gartner hype cycle for manufacturing in 2020
Kalau grafik Gartner diatas mengenai tren manufakturing dihubungkan dengan topik-topik yang disebutkan sebelumnya, maka ada beberapa topik yang terkait dengan dunia manufacturing saat ini antara lain:
- Digital thread. Secara singkat, ini mengenai integrasi horisontal dan vertikal dari CAD hingga CNC. Integrasi horizontal dimaksudkan sebagai compatibility tipe file pada masing-masing level. Sedangkan integrasi vertikal adalah aliran data digital dari desain hingga pemesinan dan inspeksi.
- Digital twin. Ini merupakan bagian dari perkembangan teknologi simulasi. Intinya bagaimana simulasi virtual bisa dilakukan dengan mengambil parameter dari kondisi sebenarnya, sehingga diharapkan hasil simulasi menjadi lebih baik. Tentunya ada proses mengambil data (real time capture) dari kondisi mesin/lapangan.
- Cyber Physical System. Tujuannya mirip-mirip dengan digital twin, CPS fokus pada framework untuk menghubungan objek fisik (CNC) dengan kembaran virtualnya melalui sensor dan IoT.
Dan masih banyak beberapa term yang terkait seperti smart factory, IoT di manufaktur, 3d printing, dll. Isu-isu diatas masih akan ramai 5 hingga 10 tahun mendatang. Untuk di Indonesia, rasanya waktunya akan lebih lama lagi rentangnya.
Jadi dengan melihat perkembangan teknologi saat ini, tantangan bagi buat engineers teknik mesin masih banyak. Seperti contoh diatas yang terkait dengan manufaktur.
