Mengenal Alti Ok, Ideologi Negara Turki yang Mirip Pancasila
Republik Turki yang didirikan tahun 1923 diatas bekas sebagian wilayah Khilafah Usmaniyah/Ottoman ini berpegang pada ideologi bentukan bapak bangsa mereka: Mustafa Kemal Ataturk dengan ideologi 6 anak panah (Alti Ok
6 anak panah ini menggambarkan visi Ataturk terhadap arah perjalanan masa depan bangsa & negara Turki. Kenapa 6 anak panah? Karena Ataturk ingin membangkitkan rasa bangga akan sejarah bangsa Turki asli (pra-Islam), yang awalnya merupakan suku nomaden di Asia Tengah yang terkenal akan kemampuan berkuda & memanahnya
Dan mungkin ini yang paling mirip Pancasila kalau kita tidak bahas perbedaan kontras sila 1 dengan sila Laiklik (Laïcité) Ataturk
Memang apa saja sih isi 6 anak panah ini?
- Republikanisme (Cumhuriyetcilik) – prinsip Republikan Ataturk kurang lebih sama dengan sila ke-4 Pancasila, yaitu tentang menegakkan prinsip demokrasi perwakilan/representatif, sebagai sumber utama semua kebijakan bernegara. Prinsip ini sebagai penolakan keras terhadap sistem monarki & sistem totaliter lainnya
- Populisme (Halkcilik) – Prinsip populisme yang dimaksud adalah bagaimana Republikanisme/demokrasi perwakilan, tidak bisa dicapai tanpa keikutsertaan rakyat. Prinsip populisme ini berarti Republik Turki ala Ataturk wajib mendorong pendidikan dan keikutsertaan rakyatnya sendiri, tidak sekedar bertumpu pada sistem UUD yang ada. Tepatnya kalau Republikanisme Turki mengacu kepada sistem pemerintah, Populismenya mengacu kepada “Ghirah/Zeitgeist/Semangat Rakyat” menjadikan demokrasi aktif sebagai budaya negara.
- Laïcité/Laicisme (Laiklik) – Ini prinsip yang menjadi kontroversi tidak hanya di Turki tapi di semua dunia mayoritas Islam. Karena doktrin Laiklik ini Ataturk ambil dari prinsip Laicite di Perancis . Yaitu tidak hanya sekuler (adanya pemisahan antara pemerintahan & urusan agama), tapi juga agar negara secara aktif meminimalisir pengaruh agama dalam pemerintahan & jasa-jasa publik. Contoh paling mudahnya adalah penghapusan Madrasa/pesantren besar-besaran digantikan oleh Ektep (Sekolah Dasar biasa), sementara Madrasa yang tersisa diawasi dan diregulasi oleh pemerintah.
- Reformisme (Inkilapcilik) – Maksudnya menanggalkan tradisi, cara pandang, sistem kebijakan yang sudah dinilai ketinggalan zaman, dan selalu mencari nilai yang sesuai pada zamannya. Tujuannya agar tercipta masyarakat yang beradab (nah tuh mirip sila ke-2, tujuannya ya)
- Nasionalisme (Miliyetcilik) – Persatuan nasional, sama dengan sila ke-3
- Statisme (Devletcilik) – Lagi-lagi, seperti halnya Reformisme, ini pengejewantahan tujuan sila ke-5 (keadilan sosial) tapi sudah di-spesifik-kan langkahnya mau pakai metode apa. Dan seperti halnya namanya “Statisme” yang berasal dari kata “State”/Negara, tentunya maksudnya disini adalah tentang perkembangan ekonomi & sumber daya dikelola negara untuk keperluan umum (seperti UUD ’45 Pasal 33)
Begitulah kurang lebih, hal ini sudah sangat mirip dengan pancasila kalau kita tidak bicara soal tatanan agama dalam kehidupan bernegara. Soalnya seperti halnya digambarkan kompas politik di gambar pertama tadi, ke-enam elemen Alti Ok ini berada dalam posisi ideologi yang berbeda-beda sehingga sangat cocok dengan Pancasila.
