Penerapan dan Perlawanan Politik Apartheid
Politik Apartheid Afrika Selatan merupakan salah satu dari berbagai peristiwa mutakhir di dunia. Di tulisan ini kamu akan tahu kapan politik tersebut diterapkan, apa undang-undang yang diterapkan di mana tersebut, dan bahkan bagaimana perlawanan dan penghapusan dari Politik Apartheid Afrika Selatan. Nah, untuk kamu yang sudah penasaran, ayo ikuti penjelasan di bawah dengan baik ya.
Pertama mari kita bahas dulu apa itu Apartheid? Apartheid merupakan suatu kebijakan segregasi (pemisahan berdasarkan warna kulit) yang diterapkan oleh pemerintahan minoritas kulit Afrika Selatan sejak tahun 1948 hingga di 1991. Setelah kamu paham dengan Apartheid, selanjutnya kita lihat penerapan dari politik Apartheid ini.
Penerapan Politik Apartheid
Pada tahun 1948, politik apartheid diterapkan secara resmi oleh Perdana Menteri Afrika Selatan, Daniel Francois Malan. Meski demikian, praktek diskriminasi rasial telah terjadi sejak tahun 1913 ketika pemerintah Afrika Selatan menerapkan kebijakan Native Land Act. Kebijakan ini mengakibatkan pembatasan kepemilikan tanah bagi warga kulit hitam di Afrika Selatan. Kebijakan ini diperkuat dengan penerapan Native Trust and Land Act, yang memperluas wilayah pembatasan terhadap kepemilikan tanah warga kulit hitam.
Undang-Undang Apartheid
Berikut beberapa Undang-Undang Apartheid yang diterapkan, antara lain adalah:
- Land Act
- Group Areas Act (1950), yang membagi tempat tinggal bagi warga kulit putih dengan warga kulit hitam dan kulit berwarna
- Population Registration Act (1950), yang membagi masyarakat Afrika Selatan ke dalam beberapa kelompok etnis
- Reservation of Separate Amenities Act (1953), yang memisahkan berbagai fasilitas umum berdasarkan ras
Perlawanan Terhadap Politik Apartheid
Diskriminasi yang dilakukan pemerintahan kulit putih terhadap warga kulit hitam melahirkan perlawanan dari tokoh kulit hitam Afrika Selatan, salah satunya Nelson Mandela. Akibat perlawanan dari Nelson Mandela dan organisasi African National Congress (ANC), Nelson Mandela ditangkap pada tahun 1962 dan dipenjara hingga tahun 1990.
Penghapusan Apartheid
Pada tahun 1980an, berkembang Gerakan anti-apartheid di Eropa dan AS yang mendukung pemboikotan terhadap Afrika Selatan. Gerakan ini juga menuntut pembebasan Nelson Mandela serta penarikan perusahaan AS dari Afrika Selatan. Di dalam negeri Afrika Selatan sendiri, pemerintah Afrika Selatan menyadari perlunya melakukan reformasi terhadap kebijakan Apartheid. Faktor pendorongnya adalah semakin kuatnya kecaman dunia internasional terhadap penerapan Apartheid serta penurunan demografi penduduk kulit putih di Afrika Selatan. Penurunan ekonomi Afrika Selatan pada pertengahan tahun 1980 an mempercepat proses menuju penghapusan Apartheid.
Pada tahun 1989, Presiden Afrika Selatan, Pieter Botha digantikan oleh Frederik Willem de Klerk. De Klerk kemudian memulai upaya reformasi dengan menyampaikan kepada parlemen pada bulan Februari 1990 kebijakan pencabutan UU Apartheid. Di bulan yang sama, Willem De Klerk membebaskan Nelson Mandela setelah ditahan selama 28 tahun. Dicapai pula kesepakatan pelaksanaan Pemilihan Umum pada tahun 1994 yang akan diikuti oleh orang-orang kulit hitam.
Pemilu 1994 kemudian berhasil dimenangkan oleh partai ANC dengan suara mayoritas. Pada tanggal 10 Mei 1994, Nelson Mandela dilantik menjadi Presiden Afrika Selatan. Pengangkatan ini menandai babak baru sejarah Afrika Selatan karena untuk pertama kalinya, Afrika Selatan dipimpin oleh presiden kulit hitam. Nelson Mandela kemudian membentuk pemerintahan Bersama yang terdiri atas orang-orang kulit hitam, kulit putih, dan kulit berwarna.
Sumber : https://blog.edcent.id/
