Mengenal Apa Itu Stateful dan Stateless Application
Sebelum kita menganalisis pengertian Stateful dan Stateless Application, ada baiknya kita mengutip dahulu pengertiannya dari berbagai sumber :
Stateless Model
In the pure form of the stateless model, a client program makes a request to an application server, which sends data back to the client. The server treats all client connections equally and saves no information from prior requests or sessions. A website that serves up a simple static web page is a good example of the stateless model. The server receives requests for pages it hosts and sends the page data to requesting browsers, much like a short-order cook making meals for diners.
Stateful Model
When an application operates in a stateful mode, the server keeps track of who users are and what they do from one screen to the next. Preserving the state of users’ actions is fundamental to having a meaningful, continuous session. It typically begins with a login with user ID and password, establishing a beginning state to the session. As a user navigates through the site, the state may change. The server maintains the state of the user’s information throughout the session until logout.
- Stateless Application
Stateless Application adalah suatu model aplikasi yang selalu memberikan respon sama terhadap setiap client yang mengakses web ataupun aplikasi tertentu. pada stateless tidak ada penyimpanan ataupun perubahan setiap kita mengakses aplikasi nya. Jadi, setiap kita membuka sebuah aplikasi, respon pada stateless aplication akan selalu sama, jadi jika kita membuka aplikasi tersebut, seolah olah itu adalah pertama kali kita membuka aplikasi tersebut, padahal sudah sering (Misalnya) itu dikarenakan stateless selalu memberikan respon yang sama terhadap setiap request. jadi stateless itu merupakan model aplikasi yang independen, artinya bisa berdiri sendiri tanpa ketergantungan ke web ataupun aplikasi lain.
Contoh Stateless Application : Web Statis atau bisa juga web HTML buatan sendiri, Aplikasi Kalkulator yg biasa ada di windows, dan bisa juga Protokol HTTP. Contoh lain yaitu misanlnya ketika kita membuka gsmarena.com, situs itu kan merupakan situs untuk mengetahui dan membandingkan handphone, nah itu merupakan stateless, kenapa? karena situs gsmarena selalu memberikan respon sama setiap ada user yg misalnya akan mengklik suatu artikel, tidak mungkin memberikan respon berbeda, karena tidak diharuskan untuk login. sama halnya dengann website antaranews.com, dan website website yg sejenis lainnya.
- Stateful Application
Stateful Application adalah suatu model aplikasi yang menggunakan penyimpanan (Session, dsb), artinya setiap transaksi yang dilakukan akan diingat, dan akan berpengaruh kepada transaksi yang akan dilakukan selanjutnya. cara kerja stateful aplikasi adalah menyimpan data anda diserver, seperti username dan password, lalu menggunakannya untuk terhubung kepada client. stateful application akan memberikan respon sesuai dengan permintaan client sampai client tersebut logout. jadi stateful application merupakan aplikasi dependen (tidak independen), yaitu respon yang diberikan server tergantung kepada aksi user /client, jika kita ambil contoh pada sebuah form login perwalian kampus, yaitu jika kita ingin mengakses nilai online, kita harus login dahulu ke akun perwalian kita, tidak bisa langsung melihat nilai online tanpa login.
Contoh Stateful Application : Google Drive, Gmail, Mobile Banking, Website Perwalian kampus. stateful yang dimaksud disini adalah ketika kita diharuskan untuk Login agar dapat mengakses permintaan tertentu.
Jadi, dapat disimpulkan bahwa perbedaan stateful dan stateless application diantaranya :
- Stateful : Website dinamis, Menggunakan Session, Harus Login, sulit dibenarkan apabila ada website crash (lebih sulit dari stateless).
- Stateless : Website Statis, tidak menggunakan Session, Tidak Harus Login, Mudah dibenarkan apabila ada website crash.
Sumber : https://medium.com/@MHMMDNURHUDA
