Ternyata Ini Alasan Mengapa Biologi Identik dengan Hafalan
Tahu taksonomi Bloom?
Taksonomi Bloom adalah struktur hierarkhi yang mengidentifikasikan skills mulai dari tingkat yang rendah hingga yang tinggi. Dalam ranah kognitifnya Bloom membagi tingkatannya menjadi enam jenjang proses berfikir;
- Pengetahuan (Knowledge) – C1. Pada level atau tingkatan terendah ini, peserta didik hanya dituntut untuk tahu. Yang diuji hanya kemampuan mengingat kembali materi yang telah dipelajari, misalnya: (a) pengetahuan tentang istilah; (b) pengetahuan tentang fakta khusus; (c) pengetahuan tentang konvensi; (d) pengetahuan tentang kecendrungan dan urutan; (e) pengetahuan tentangklasifikasi dan kategori; (f) pengetahuan tentang kriteria; dan (g) pengetahuan tentang metodologi. Contoh : hewan yang memiliki kaki dikepala disebut? Chepalopoda Buu! Benarrr!! Sudah.
- Pemahaman (Comprehension) – C2. Pada level atau tingkatan kedua ini, pemahaman diartikan sebagai kemampuan memahami materi tertentu, dapat dalam bentuk: (a) translasi (mengubah dari satu bentuk ke bentuk lain); (b) interpretasi (menjelaskan atau merangkum materi);(c) ekstrapolasi (memperpanjang/memperluas arti/memaknai data). Contoh : Menuliskan kembali atau merangkum materi pelajaran.
- Penerapan (Application) – C3. Pada level atau tingkatan ketiga ini, aplikasi dimaksudkan sebagai kemampuan untuk menerapkan informasi dalam situasi nyata atau kemampuan menggunakan konsep dalam praktek atau situasi yang baru. Contoh: Menggunakan pedoman/ aturan dalam mengukur suhu tubuh.
- Analisa (Analysis) – C4. Analisis adalah kategori atau tingkatan ke-4 dalam taksonomi Bloom tentang ranah (domain) kognitif. Analisis merupakan kemampuan menguraikan suatu materi menjadi bagian-bagiannya. Kemampuan menganalisis dapat berupa: (a) analisis elemen (mengidentifikasi bagian-bagian materi); (b) analisis hubungan (mengidentifikasi hubungan); (c) analisis pengorganisasian prinsip (mengidentifikasi pengorganisasian/organisasi). Contoh: Menganalisa penyebab bertambahnya panjang batang pada pertumbuhan tauge dengan memisahkan komponen- komponennya penyebabnya.
- Sintesis (Synthesis) – C5. Level kelima yang Bloom paparkan adalah sintesis yang dimaknai sebagai kemampuan untuk memproduksi. Tingkatan kognitif kelima ini dapat berupa: (a) memproduksi komunikasi yang unik; (b) memproduksi rencana atau kegiatan yang utuh; dan (c) menghasilkan/memproduksi seperangkat hubungan abstrak. Contoh: siswa diminta membuat solusi untuk masalah polusi udara. Nah jika siswa dapat membuat produk minimalnya sebuah rancangan, tingkat kognitif mereka sudah mencapai level ini.
- Evaluasi (Evaluation) – C6. Level ke-6 dari taksonomi Bloom pada ranah kognitif adalah evaluasi. Kemampuan melakukan evaluasi diartikan sebagai kemampuan menilai ‘manfaat’ suatu benda/hal untuk tujuan tertentu berdasarkan kriteria yang jelas. Paling tidak ada dua bentuk tingkat (level) evaluasi menurut Bloom, yaitu: (a) penilaian atau evaluasi berdasarkan bukti internal; dan (2) evaluasi berdasarkan bukti eksternal. Contoh: menentukan apakah solusi suatu masalah sudah sesuai atau belum yang disertai dengan bukti fakta.
Biologi sama seperti ilmu sains yang lainnya. Banyak hal yang perlu dipahami, diuji, dibuat, dianalisis dan dievaluasi dalam meningkatkan kemampuan kognitif. Biologi tidak hanya menuntut siswa untuk tahu, tapi lebih dari itu supaya kelak berguna bagi kehidupan.
Jadi kalau anda bertanya hafalan adalah cara yang tepat dalam menghadapi Biologi, bisa dibilang ya, Biologi memang banyak hafalannya. Tapi kalau anda stuck di ranah kognitif level 1 anda rugi besar. Ilmu apapun kalau kita hanya stuck di ranah kognitif level 1 memang tidak meyenangkan. Bosan. Otak dikasih olahraga itu-itu sajaaaaa terus dari SD, meh! Kaya main game gak naik-naik level.
Ibaratnya nih ya, musuh anda itu soal C1-C5 dalam arena perang (ujian), tapi anda hanya punya peluru yang bisa membunuh C1 saja. Babak belur anda dihajar C3 dan kawan-kawannya. Makanya, rubah cara berpikirnya. Tingkatkan sampai ke level atas. Update. Anda pasti akan merasa semangat untuk ujian. Soalnya kalau senjata lengkap, peluru banyak, musuh mana pun akan siap anda hajar.
