Apa Itu Indeks Pembangunan Manusia atau Human Development Index?
Indeks Pembangunan Manusia (IPM) diciptakan untuk menekankan bahwa manusia dan kemampuan mereka harus menjadi kriteria utama untuk menilai perkembangan suatu negara, bukan pertumbuhan ekonomi semata. IPM juga dapat digunakan untuk mempertanyakan pilihan kebijakan nasional, menanyakan bagaimana dua negara dengan tingkat GNI per kapita yang sama dapat berakhir dengan hasil pembangunan manusia yang berbeda. Perbedaan ini dapat merangsang perdebatan tentang prioritas kebijakan pemerintah.
Indeks Pembangunan Manusia (IPM) adalah ringkasan ukuran pencapaian rata-rata dalam dimensi utama pembangunan manusia: kehidupan yang panjang dan sehat, berpengetahuan luas dan memiliki standar hidup yang layak. HDI adalah rata-rata geometrik indeks yang dinormalisasi untuk masing-masing dari tiga dimensi.
1. Dimensi kesehatan dinilai oleh harapan hidup saat lahir,
2. Dimensi pendidikan diukur dengan rata-rata masa sekolah untuk orang dewasa berusia 25 tahun dan lebih dan tahun sekolah yang diharapkan untuk anak-anak usia sekolah yang memasuki usia.
3. Dimensi standar hidup diukur oleh pendapatan nasional bruto per kapita. HDI menggunakan logaritma pendapatan, untuk mencerminkan semakin pentingnya pendapatan dengan meningkatnya GNI. Skor untuk tiga indeks dimensi HDI kemudian dikumpulkan ke dalam indeks komposit menggunakan rata-rata geometrik.
HDI menyederhanakan dan menangkap hanya sebagian dari apa yang dibutuhkan pembangunan manusia. Ini tidak mencerminkan ketidaksetaraan, kemiskinan, keamanan manusia, pemberdayaan, dll.
Berdasrkan data Human Development Report 2019 UNDP untuk Indonesia urutan 111 dari ranking 189 Negara di Dunia dengan dengan Pembangunan Manusia Tinggi.
Konsep Dasar Pembangunan Manusia
Pembangunan manusia sejatinya memiliki makna yang luas. Namun, ide dasar pembangunan manusia itu sendiri yaitu pertumbuhan positif dalam bidang ekonomi, sosial, politik, budaya, dan lingkungan, serta perubahan dalam kesejahteraan manusianya. Ide dasar ini memiliki fokus kepada manusia dan kesejahteraannya. United Nations Development Programme (UNDP) menempatkan manusia sebagai kekayaan bangsa yang sesungguhnya. Oleh karena itu, tujuan utama dari pembangunan adalah menciptakan lingkungan yang memungkinkan bagi rakyatnya untuk menikmati umur panjang, sehat dan menjalankan kehidupan yang produktif. Hal ini tampaknya merupakan suatu kenyataan yang sederhana. Tetapi hal ini seringkali terlupakan oleh berbagai kesibukan jangka pendek untuk mengumpulkan harta dan uang, atau hanya berorientasi pada aspek ekonomi saja (Human Development Report 1990).
Definisi Pembangunan Manusia
Manusia adalah kekayaan bangsa yang sesungguhnya. Tujuan utama dari pembangunan adalah menciptakan lingkungan yang memungkinkan bagi rakyatnya untuk menikmati umur panjang, sehat dan menjalankan kehidupan yang produktif. Hal ini tampaknya merupakan suatu kenyataan yang sederhana. Tetapi hal ini seringkali terlupakan oleh berbagai kesibukan jangka pendek untuk mengumpulkan harta dan uang“. (Human Development Report 1990).
Pembangunan manusia adalah proses perluasan pilihan masyarakat. Pada prinsipnya, pilihan manusia sangat banyak jumlahnya dan berubah setiap saat. Tetapi pada semua level pembangunan, ada tiga pilihan yang paling mendasar yaitu untuk berumur panjang dan hidup sehat, untuk memperoleh pendidikan dan untuk memiliki akses terhadap sumber-sumber kebutuhan agar hidup secara layak. Apabila ketiga hal mendasar tersebut tidak dimiliki, maka pilihan lain tidak dapat diakses.
Pembangunan manusia tidak hanya sebatas hal tersebut. Terdapat beberapa pilihan tambahan lainnya, mulai dari politik, kebebasan ekonomi dan sosial, sehingga memiliki peluang untuk menjadi kreatif dan produktif, serta juga dapat menikmati harga diri pribadi dan jaminan hak asasi manusia.
Pembangunan manusia memiliki dua sisi. Pertama, pembentukan kapabilitas manusia seperti peningkatan kesehatan, pendidikan, dan kemampuan. Kedua, penggunaan kapabilitas yang mereka miliki seperti untuk menikmati waktu luang, untuk tujuan produktif atau aktif dalam kegiatan budaya, sosial, dan urusan politik. Apabila skala pembangunan manusia tidak seimbang, kemungkinan akan terjadi ketidakstabilan.
Berdasarkan konsep pembangunan manusia, pendapatan merupakan salah satu pilihan yang harus dimiliki. Akan tetapi, pembangunan bukan sekedar perluasan pendapatan dan kesejahteraan. Pembangunan manusia harus berfokus pada manusia, sebagai obyek pembangunan.
Dalam Human Development Report1996, UNDP mendefinisikan pembangunan manusia sebagaiproses dimana masyarakat dapat memperluas berbagai pilihan-pilihannya. Pendapatan merupakan salah satu faktor penentu pilihan, tetapi terdapat juga beberapa faktor yang lebih penting lainnya, yaitu kesehatan, pendidikan, lingkungan fisik yang baik serta kebebasan dalam bertindak. Laporan tersebut juga memuat cakupan dimensi dalam pembangunan manusia, yaitu:
Pemberdayaan yang dipengaruhi oleh kapabilitas, setiap orang bebas untuk melakukan sesuatu tetapi jika tidak memiliki kapabilitas maka tidak akanmenikmati kebebasan tersebut.
Dengan bekerja sama maka akan tercipta perluasan pilihan seseorang. Dengan demikian pembangunan manusia tidak hanya fokus pada individual tetapi juga pada bagaimana kehidupan sosialnya.-Kesetaraan yang bermakna kesamaan peluang atau kesempatan.
Keberlanjutan yang bermakna kesamaan peluang atau kesempatan antar generasi.-Keamanan dari berbagai aspek tidak hanya aman dari bencana tetapi juga dari ancaman lainnya.
Pengukuran Pembangunan Manusia
Pembangunan manusia menggunakan pengukuran yang sudah dikenalkan oleh UNDP pada tahun 1990, yaitu Indeks Pembangunan Manusia (IPM). Pada Human Development Report1990 diperkenalkan tiga indikator pembentuk indeks pembangunan manusia yaitu umur panjang dan hidup sehat, pengetahuan, dan standar hidup layak. Dari ketiga dimensi tersebut, diturunkan empat indikator yang digunakan dalam penghitungan IPM, yaitu umur harapan hidup (UHH), angka melek huruf (AMH), angka partisipasi kasar (APK), dan Produk Domestik Bruto (PDB) per kapita.
Indeks Pembangunan Manusia (IPM) menjadi salah satu indikator penting dalam melihat sisi lain dari pembangunan. Manfaat IPM antara lain sebagai berikut:
IPM merupakan indikator penting untuk mengukur keberhasilan dalam upaya membangun kualitas hidup manusia (masyarakat/penduduk),
IPM dapat menentukan peringkat atau level pembangunan suatu wilayah/Negara,
Bagi Indonesia, IPM merupakan data strategis karena selain sebagai ukuran kinerja Pemerintah, IPM juga digunakan sebagai salah satu alokator penentuan Dana Alokasi Umum (DAU).
Adapun indikator-indikator IPM sesuai dengan metodologi yang telah diperbaharui adalah: Umur Harapan Hidup (UHH); Harapan Lama Sekolah (HRS); Rata-rata Lama Sekolah (RLS); dan Pengeluaran per Kapita per tahun.
