Cara Mengukur Pertumbuhan Ekonomi Suatu Negara
Pengertian Pertumbuhan Ekonomi – Dalam artian sederhana, pertumbuhan ekonomi merupakan keadaan ekonomi dalam suatu negara di jenjang periode tertentu, bisa tahunan, semester, maupun triwulanan. Pertumbuhan ekonomi suatu negara tersebut dapat menjadi lebih baik maupun menurun jika dibandingkan dengan periode sebelumnya. Hal tersebut dapat diketahui melalui indikator yang telah dihitung sebelumnya.
Indikator dalam menentukan apakah pertumbuhan ekonomi bergerak positif atau tidak ada 3 jenis. Ketiga indikator itu adalah pendapatan per-kapita dan peningkatan pendapatan nasional, jumlah pengangguran lebih kecil ketimbang jumlah tenaga kerjanya, dan menurunnya tingkat kemiskinan. Ketika 3 indikator tersebut ditemukan dalam sebuah negara, maka bisa dikatakan pertumbuhan ekonomi negara tersebut sedang bergerak ke arah yang positif.
Sebaliknya, jika indikator-indikator tidak ditemukan atau bahkan mengacu ke kondisi yang berlawanan, kondisi ekonomi negara tersebut sedang mengalami kemunduran ekonomi. Jika dibiarkan terlalu lama, negara yang mengalami kemunduran ekonomi dapat menjadi negara yang gagal dan masyarakatnya tidak sejahtera.
Pengertian lainnya dikemukakan oleh Simon Kuznets. Menurutnya, yang dimaksud dengan pertumbuhan ekonomi adalah kondisi atau keadaan ketika negara dapat meningkatkan output atau hasil produksi ekonominya melalui kemajuan teknologi yang juga menyesuaikan ideologi.
Berdasarkan kedua penjelasan tersebut, terlihat ada 3 komponen yang saling berkaitan dalam hal meninggikan pertumbuhan ekonomi. Ketiga komponen itu adalah peningkatan produksi, kemajuan teknologi guna meningkatkan produktivitas, serta penyesuaian ideologi terbuka dan mampu menerima adanya teknologi yang baru.
Cara Mengukur Pertumbuhan Ekonomi Suatu Negara
Cara melihat dan mengukur pertumbuhan ekonomi dapat dilakukan dengan membandingkan semua komponen yang bisa mewakili kondisi ekonomi sebuah negara. Pada dasarnya, terdapat 2 komponen yang dapat digunakan untuk menghitung pertumbuhan ekonomi. Kedua komponen tersebut adalah Produk Nasional Bruto atau Gross National Product, dan Produk Domestik Bruto atau Gross Domestic Product.
Produk Nasional Bruto
Gross National Product atau Produk Nasional Bruto biasa disingkat sebagai GNP dan PNB. GNP atau PNB tersebut adalah pendapatan atau pemasukan yang diperoleh negara pada kurun waktu atau periode tertentu, berdasarkan pendapatan dari warga negaranya.
Berdasarkan pengertian tersebut, dapat diketahui jika pemasukan warga negara di Indonesia yang sedang tinggal di luar negeri masih dihitung dalam GNP. Namun, bagi warga negara asing di Indonesia, pendapatannya tidak ikut dihitung dalam GNP tersebut. Pendapatan yang masuk ke dalam hitungan GNP juga harus dari produk atau barang jadi, dilihat dari harga pasarannya pada periode atau kurun waktu yang akan diukur.
Untuk mengetahui pertumbuhan ekonomi negara melalui pendekatan GNP, negara dapat membandingkan GNP pada periode berjalan dengan periode sebelumnya. Sebagai contoh, saat ingin mengetahui besaran persentase pada tahun 2016, negara perlu mengetahui jumlah GNP pada tahun 2016 dan di tahun 2015.
Kemudian, cara menghitung pertumbuhan ekonominya, GNP di tahun 2016 akan dikurangi dengan GNP di tahun 2015, dan dibagi dengan GNP tahun 2015 lalu dikali dengan 100%. Dengan begitu, dapat diketahui apakah pertumbuhan ekonomi suatu negara bergerak ke arah positif atau tidak dan dalam skala berapa persen.
Produk Domestik Bruto
Jika PNB dilihat berdasarkan pendapatan sebuah negara melalui penghasilan dari seluruh warga negaranya, Produk Domestik Bruto atau PDB melihat pendapatan negara melalui batas teritorial atau wilayah. Artinya, semua produksi yang terjadi dan dilakukan di wilayah suatu negara, baik warga negara sendiri maupun warga negara asing, tergolong ke dalam penghitungan PDB.
Begitupun sebaliknya pada pendapatan atau kegiatan produksi dari warga negara sendiri di wilayah negara lain tidak akan dimasukkan dalam perhitungan PDB ini. Rumus perhitungan PDB pun pada dasarnya serupa dengan GNP, yakni melihat perbandingan antara PDB di periode berjalan dengan periode sebelumnya.
Sebagai contoh, menghitung PDB pada tahun 2015 juga membutuhkan data PDB pada tahun 2014. Kemudian, PDB tahun 2015 dikurangi dengan PDB tahun 2014, dibagi dengan PDB tahun 2014, lalu dikalikan 100%. Jadi, dapat terlihat bahwa proses penghitungan PDB dan PNB sebenarnya tidak jauh berbeda kecuali pada jenis pemasukan yang didapatkan oleh negara saja.
