Apa yang Harus Dilakukan Jika Teman Mengalami Depresi?
Tidak semua pengidap depresi mengakui keadaan yang dialami. Mereka terkadang menutupi kesedihan dengan berpura-pura tertawa di depan orang lain. Topeng yang mereka gunakan membuat kerabat dekat sulit mendeteksi kesedihan. Meski terlihat baik-baik saja, pengidap membutuhkan perhatian khusus dari orang terdekatnya.
Jika tidak, mereka bisa saja terjebak dalam perasaannya. Tak jarang ini berakhir pada pemikiran untuk bunuh diri. Sebagai teman, kamu bisa mencari tahu informasi seputar depresi, memperhatikan perubahan perilaku pengidap, hingga mengajaknya mencari pertolongan.
1. Cari Tahu tentang Depresi
Mempelajari tentang depresi dapat membantu memperhitungkan apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan. Sebab, depresi memberikan dampak dengan cara yang berbeda, termasuk perilaku dan pikiran.
2. Amati Perubahan Perilaku Teman
Depresi mengubah perilaku dan pikiran pengidapnya. Jadi, untuk mencari tahu apakah teman mengalaminya atau tidak, kamu bisa mengamati perubahan berikut.
- Merasa sangat lelah.
- Sulit berkonsentrasi.
- Sedih berkepanjangan.
- Kehilangan semangat untuk beraktivitas.
- Kesulitan tidur atau insomnia.
- Mudah putus asa atau pesimis.
- Perubahan nafsu makan.
- Gangguan pencernaan.
- Merasa bersalah, tidak berharga dan tidak berdaya.
3. Dengarkan Mereka
Menghadapi teman dengan gangguan mental memang tidak mudah. Meski sepele bagima, bagi mereka, permasalahan yang dialami sangat berat. Jadi, apapun yang kamu pikirkan saat mendengar curahan hati mereka, jangan pernah berkata, “Jangan berlebihan ah, masa begitu doang kamu pikirin?”
Perkataan tersebut justru membuatnya semakin terpuruk. Respons saja dengan berkata, “Aku tahu ini berat, tapi kamu nggak sendirian. Ada aku yang siap mendengarkan keluh kesahmu”. Meskipun terlihat sederhana, ini membuat pengidap merasa senang. Mereka merasa didengarkan, didukung dan tidak sendirian menghadapi masalah hidupnya.
4. Jangan Putus Komunikasi
Pengidap depresi cenderung menarik diri dari lingkup sosialnya. Jadi, jika ada teman yang tiba-tiba menghilang, kamu perlu waspada. Kamu bisa menunjukkan rasa peduli dengan tetap menjalin komunikasi dengannya.
Ucapkan kata-kata yang memang ingin mereka dengan. Lakukan ini agar mereka bangkit dan kembali lagi jadi sosok yang kamu kenal sebelumnya. Yakinkan mereka jika kamu akan selalu ada untuknya.
5. Jangan Memaksa Agar Baik-Baik Saja
Cara pemaksaan ini sangat berbahaya bagi pengidap. Sebab, mereka kini sedang larut dengan kesedihan dan keputusasaan. Dengan memaksanya, berarti kamu sudah mengecilkan perasaan mereka. Ini juga percuma, karena mereka justru menganggap kamu adalah orang yang tidak mengerti kondisinya.
6. Ajak Mereka Cari Pertolongan
Jika teman kamu menunjukkan tanda-tanda depresi yang serius, sebaiknya ajak mereka mencari pertolongan. Kondisi ini ditandai dengan:
- Penurunan berat badan drastis.
- Sering menyakiti diri sendiri.
- Muncul keinginan bunuh diri.
- Tidak bisa tidur di malam hari.
- Perasaan gelisah yang tak kunjung membaik.
- Merasa bersalah dan tidak berharga.
Beritahu mereka bahwa depresi adalah masalah kesehatan yang perlu mendapatkan pertolongan. Mengabaikannya tidak akan membuat keadaan jadi lebih baik.
Sumber : https://www.halodoc.com/artikel/teman-mengalami-depresi-apa-yang-harus-dilakukan
