Sering Dianggap Sama, Ini Perbedaan Profesi dan Pekerjaan
Ketika masih kecil kita sering memiliki mimpi untuk menjadi seorang guru, pilot, dokter, artis, dan lain sebagainya. Bahkan orang tua sering menanyakan cita-cita sejak dari kita kecil. Pernah tidak terpikirkan cita-cita yang ingin ditekuni tersebut termasuk profesi atau pekerjaan? Selama ini banyak orang yang menganggap bahwa profesi dan pekerjaan adalah hal yang sama. Nyatanya perbedaan profesi dan pekerjaan sangat terlihat jelas namun tidak banyak orang yang memahami hal tersebut dengan baik. Berikut kami akan jelaskan berbagai macam perbedaan profesi dengan pekerjaan.
Perbedaan Profesi dan Pekerjaan
Ada banyak hal yang bisa menjadi perbedaan antara profesi dan pekerjaan, sebagai berikut.
Dari Segi Keahlian
Perbedaan pertama bisa dilihat dari sisi keahlian antara profesi dan pekerjaan. Perbedaan tersebut terlihat dalam mengenai penguasaan keterampilan tertentu atau keahlian. Profesi merupakan bidang pekerjaan yang membutuhkan keahlian sedangkan pekerjaan tidak memerlukan keahlian atau keterampilan khusus untuk bisa memulainya.
Siapa saja yang bisa melakukan pekerjaan, tetapi untuk melakukan sebuah profesi tentu hanya dilakoni oleh mereka yang ahli pada bidangnya.
Latar Belakang Pendidikan
Kemudian perbedaan juga bisa dilihat dari latar belakang pendidikan. Seseorang yang memiliki profesi harus menempuh pendidikan terlebih dahulu agar memiliki keahlian maupun keterampilan dalam menekuni sebuah profesi. Keterampilan tersebut tentu didukung dengan pengetahuan yang didapat dari mengenyam pendidikan.
Berbeda dengan pekerjaan yang dilakukan sekalipun tanpa ditunjang Latar belakang pendidikan yang berhubungan sekalipun.
Kualifikasi yang Dibutuhkan
Perbedaan selanjutnya ada di kualifikasi yang dibutuhkan. Pekerjaan tidak menuntut kualifikasi tertentu, asalkan masing-masing memiliki keinginan dan bisa langsung dikerjakan. Namun perbedaan dengan profesi sangat membutuhkan kualifikasi dan harus dipenuhi.
Misalnya, profesi notaris harus menyelesaikan pendidikan tinggi di bidang hukum terlebih dahulu. Itu pun belum cukup untuk menjadi notaris, sebab ada pendidikan lanjutan kenotariatan yang harus ditempuh dan memenuhi persyaratan lain.
Besaran Penghasilan
Perbedaan sangat jelas terlihat dalam besaran penghasilan yang didapatkan dari seorang profesional maupun pekerja. Perbedaan profesi dan pekerjaan dilihat dari besaran penghasilan yang didapatkan. Secara umum, sebuah profesi bisa menjadi sumber pemasukan utama dengan Jumlah penghasilan yang berbanding lurus dengan keahlian. Semakin ahli dalam bidang tersebut tentu semakin tinggi penghasilan yang diperoleh.
Sekalipun sama-sama mendapatkan penghasilan tetapi pekerjaan tidak memberikan penghasilan sebesar profesi. Pekerjaan harus dicari dan meluaskan jaringan akan memperbesar peluang untuk mendapatkan pekerjaan tersebut. Sedangkan profesi mendatangkan penghasilan dengan sendirinya, apalagi jika disertai keterampilan khusus untuk membuat mereka membutuhkan jasa.
Pengaruh pada Status Sosial
Pengaruh status sosial juga terlihat perbedaannya. Profesi yang ditekuni seseorang bisa meningkatkan status sosial di masyarakat sedangkan pekerjaan cenderung tidak memberikan pengaruh apa-apa di status sosial.
Ketertarikan pada Aturan
Ketertarikan pada aturan tertentu juga bisa menjadi perbedaan. Pekerjaan memiliki sifat bebas jika dibandingkan dengan sebuah profesi. Profesi dalam prakteknya memiliki keterikatan pada aturan tertentu, misalnya dalam bentuk kode etik profesi.
Kode etik tersebut berupa norma-norma yang menjadi pedoman atau acuan ketika melakukan profesi untuk menjaga mutu dan memberikan jaminan secara moral. Contoh kode etik profesi misalnya jurnalistik. Profesi wartawan terikat dengan kode etik jurnalistik yang salah satu isinya adalah tidak diperkenankan mencampuradukkan fakta dan opini pribadi serta menuliskan sebuah berita.
Organisasi yang Mewadahi
Untuk meningkatkan kompetensi, biasanya orang-orang yang memiliki profesi akan tergabung dalam sebuah organisasi profesi. Melalui organisasi tersebut mereka akan saling mendukung satu sama lain dan bekerja untuk memajukan profesinya. Keberadaan organisasi profesi ini akan melindungi klien yang menggunakan jasa dari profesi tersebut.
Namun secara umum, pekerjaan tidak memiliki wadah secara formal seperti asosiasi maupun organisasi profesi. Apabila ada organisasi yang menaungi pekerjaan tersebut biasanya bersifat lebih umum.
Tingkat Dependensi
Pekerjaan memiliki tingkat Dependency yang lebih tinggi jika dibandingkan dengan profesi. Seorang pekerja harus bekerja sesuai dengan arahan dan perintah atasannya. Akan ada sanksi jika hal tersebut tidak dilakukan dengan benar. Tetapi berbeda dengan profesi yang membuat seseorang memiliki keleluasaan untuk berkarya maupun melakukan aktivitas tanpa adanya tekanan maupun pengaruh dari pihak lain.
Lingkup Kerja
Kebanyakan lingkup kerja profesi berkaitan dengan layanan bagi masyarakat, misalnya dokter, notaris, dan lain sebagainya. Sementara itu, lingkup pekerjaan juga sangat luas, intinya apapun yang menghasilkan uang.
Sumber : https://www.universitas123.com/news/ini-perbedaan-profesi-dan-pekerjaan
