Kesalahan Umum Saat Menyusun Skripsi yang Wajib Dihindari Mahasiswa Akhir
Skripsi adalah istilah yang digunakan untuk mengilustrasikan suatu karya tulis ilmiah berupa paparan tulisan hasil penelitian sarjana S1 yang membahas suatu permasalahan/fenomena dalam bidang ilmu tertentu dengan menggunakan kaidah-kaidah yang berlaku. Pada saat penyusunan skripsi, tidak jarang ditemukan beberapa kesalahan yang akan menghambat kelulusan seorang mahasiswa. Untuk menghindari hal tersebut, berikut beberapa kesalahan yang sering muncul agar dapat dihindari.
Masalah manajemen waktu.
Ini memang agak sulit, perlu usaha dan tekad yang kuat. Karakter seseorang juga mungkin akan mempengaruhi cara seseorang mengelola waktu. Ada saja mahasiswa yang bimbingan satu kali, berbulan2 menghilang, lalu satu minggu menjelang deadline tiba-tiba nongol mau bimbingan. Bab yang diajukan untuk bimbingan tidak tanggung-tanggung, bisa 2 atau 3 bab sekaligus.
Tidak ada yang tidak sibuk, ya..mahasiswa kadang-kadang pakai alasan sibuk ini dan itu. Sekali lagi, gak ada yang gak sibuk. Mahasiswa harus bisa belajar mengelola waktu, menentukan skala prioritas, fokus, menghindari perbuatan/pekerjaan yang tidak perlu, dan menghindarkan diri dari hal-hal yang menggangu konsentrasi menyelesaikan skripsi.
Teknis Penulisan
Tidak sedikit mahasiswa yang masih banyak melakukan kesalahan mendasar dalam menulis laporan, karya akhir, ataupun skripsi. Mulai dari cara menulis bahasa asing, menggunakan kata-kata bahasa indonesia yang baku, sampai susunan/struktur kalimat bahasa indonesia. Kesalahan-kesalahan mendasar yang kalau tidak segera dikoreksi dari awal, akan membuat masalah besar di akhir-akhir menjelang deadline.
Selain itu, yang banyak bermasalah adalah menulis yang tidak mengikuti pedoman. Contohnya adalah bagaimana penulisan halaman, jenis huruf yang digunakan, ukuran huruf, keterangan tabel, keterangan gambar, daftar isi, daftar pustaka, dan lain-lain. Semua hal-hal teknis terkait penulisan sebenarnya sudah ada di pedoman yang sudah ditetapkan oleh kampus, tapi seringkali tidak dibaca.
Pedoman teknis penulisan ini kadang-kadang juga disepelekan, “ah nanti saja kalau mau di-print dibenerinnya”.. begitulah bisikan dalam hati hehehe.. percayalah, hal ini sering terjadi yang sebenarnya bisa dihindari tapi tetap saja ada pemikiran seperti ini. Hal ini biasanya disebabkan masih banyak yang harus ditulis, waktu sudah mepet, format penulisan masih amburadul .. jadinya stress, panik, akibatnya error rate penulisan menjadi tinggi.
Masalah penulisan ini, kalau sudah panik biasanya otak jadi susah diajak kerja. Teknik-teknik di software word processing yang sederhana jadi rumit, belum lagi belajar dulu teknik-teknik lain yang belum dikuasai. Untuk itu, perbaikilah sedini mungkin secara bertahap, pelajari teknik-teknik software word processing yang bisa mempermudah pekerjaan (pembuatan daftar isi otomatis, daftar tabel otomatis, daftar gambar otomatis, penulisan halaman, dll.
Isi Tulisan
Sekarang kita masuk ke isi tulisan. Dua poin diatas jadi bisa diampuni pada saat sidang, tapi untuk isi tulisan bisa rumit kalau kesalahannya fatal. Dampaknya bisa dari sidang yang diulang, revisi yang sangat banyak, atau bahkan sampai tidak lulus.
- Definisi Masalah
Definisi masalah singkatnya ialah adanya gap antara ekspektasi (harapan) dan kenyataan. Nah kesalahan yang sering muncul adalah:
Ekpsektasi dan fakta tidak didukung oleh data. Yang harus diingat adalah, mahasiswa sedang menulis sebuah karya ilmiah, jadi semua pernyataan harus didukung oleh bukti yang kuat. Statement yang hanya didasarkan pada logika sendiri dan tidak disertai buktu-bukti yang objektif hanya akan membuat karya tulis mahasiswa isinya bertebaran fitnah yang tidak mendasar, wah bisa gawat kalau seperti ini semua.
- Tinjauan Pustaka
Tinjauan pustaka dilakukan untuk mendapatkan landasan teori, baik yang bersumber dari buku maupun penelitian sebelumnya yang relevan dengan penelitian yang akan dilakukan. Semua landasan teori akan dipelajari, untuk mencari solusi atas permasalahan yang dihadapi. Semua literatur yang relevan kita telusuri, pelajari, bandingkan, untuk mendapatkan cara yang tepat menyelesaikan masalah. Setiap keyword dalam pertanyaan penelitian yang sudah dirumuskan di Bab 1 akan menjadi dasar untuk melakukan tinjauan terhadap berbagai landasan teori.
Kesalahan pertama, mahasiswa tidak tahu tujuan melakukan tinjauan pustaka (literature review). Semua teori ditulis tanpa memperhatikan relevansinya dengan penelitian yang akan dilakukan. Kejadian sedikit lucu ketika saya meminta mahasiswa untuk menghapus tulisan yang tidak relevan, mahasiswa berkata “wah jadi kurang tebel dong Pak hehe..”. Ada juga yang ketika saya tanya “kenapa ini masuk tinjauan pustaka”, jawabannya “biar banyak pak”.
Kesalahan kedua, mahasiswa tidak melakukan analisis (critisize, compare, contrast, synthesize, dan summarize). Hanya menuliskan ulang saja, tanpa dijelaskan kedudukan dan kontribusi landasan teori terhadap penelitian yang sedang dilakukan. Dalam tinjauan pustaka tidak dibahas, kenapa teori ini ditulis, apa kaitannya dengan penelitian yang akan dilakukan. Ada satu orang mahasiswa yang protes ketika saya mempermasalahkan tinjauan literatur yang dibuat. Mahasiswa tersebut berkata “yang penting kan analisis dan pembahasan Pak, bab 2 kan cuma copy paste aja katanya” … wah ajaran aliran mana tuh hehehe
Kesalahan ketiga, pengutipan tulisan dari karya orang lain. Ini agak fatal, kalau tidak dilakukan maka bisa-bisa masuk kategori penjiplakan alias plagiarisme. Selain itu keasalahan cara mengutip juga seringkali terjadi, mahasiswa tidak mengikuti kaidah pengutipan yang diakui secara ilmiah. Setiap sumber kutipan harus dicantumkan dalam daftar pustaka. Kadang-kadang ada kutipan yang tidak ada di daftar pustaka, tapi ada juga referensi di daftar pustaka yang tidak pernah dikutip di tulisan.
- Analisis
Dalam melakukan analisis terhadap berbagai data yang diperoleh selama penelitian, mahasiswa tidak menyertakan metode apa yang dipakai. Metode tersebut seharusnya sudah dibahas di tinjauan pustaka. Antara tinjauan pustaka dan analisis seperti terpisah, tidak memiliki hubungan, padahal gak seperti itu. Dalam skripsi semua bab memiliki keterkaitan. Output dari bab sebelumnya akan menjadi input untuk menulis bab berikutnya. Sebuah karya tulis merupakan satu rangkaian cerita utuh
- Kesimpulan
Dalam menulis kesimpulan, seringkali mahasiswa hanya merangkum kembali apa yang sudah ditulis. Yang tidak kalah penting dituliskan dalam kesimpulan adalah point-point penting yang ditemukan dalam penelitian yang menjawab pertanyaan penelitian yang ditetapkan di awal. Dengan demikian, karya tulis/skripsi yang dibuat memberikan sebuah rangkaian utuh cerita dari awal sampai akhir.
Demikian beberapa masalah yang sering ditemui ketika membimbing penulisan skripsi mahasiswa. Masalah yang ditemui bukan semata-mata kesalahan mahasiswa, ada kontribusi dosen juga di sana. Untuk memperbaikinya perlu ada sinergi antara dosen dan mahasiswa, baik dosen pembimbing maupun dosen lainnya. Harap diingat, bahwa pada saat menulis skripsi mahasiswa sedang mengimplementasikan berbagai mata kuliah yang dipelajari sepanjang masa studi, dari mulai mata kuliah umum sampai mata kuliah kejuruan. Sebagai contoh, ada skripsi mahasiswa yang membahas mengenai pembuatan sebuah perangkat lunak, di sana mahasiswa harus mengimplementasikan mata kuliah Bahasa indonesia (untuk menulis dengan bahasa yang baik dan benar), metodologi penelitian, software engineering, analysis and design, basis data, algoritma, pemrograman itu sendiri, dan mata kuliah lain yang terkait dengan subjek penelitian.
