Apa Itu Spektrum Politik
Kita mungkin pernah melihat headline berita seperti “Matinya Politik Kiri Indonesia” atau “Politik Ekstrem Kanan”. Istilah “Kanan” dan “Kiri” tersebut sering sekali terdengar.
Tapi, apa arti sebenarnya politik Kanan dan Kiri?
Istilah sayap Kanan atau Kiri pertama kali digunakan tahun 1789 di Perancis pada saat French Constitutive Assembly. Pada saat itu terjadi perdebatan antara dua kubu. Ada kubu yang merasa bahwa hak-hak raja seperti hak veto harus dipertahankan. Tapi, ada juga kubu yang merasa kalau kekuasaan raja itu terlalu banyak dan harus dikurangi.
Mereka yang ingin mengurangi kekuasaan raja duduk di sebelah kiri dan mereka yang mendukung kekuasaan raja duduk di sebelah kanan. Ini dilakukan agar mempermudah kerjasama di antara mereka yang sepemikiran.
Seiring berjalannya waktu perdebatan demi perdebatan terus terjadi. Pada permulaan abad ke-19, perdebatan terjadi lagi di antara mereka yang menginginkan Monarkisme atau kekuasaan raja tetap dipertahankan dan mereka yang menginginkan Republik atau sistem demokrasi di mana kekuasaan raja dihapus secara total.
Selama pertikaian ini terjadi kaum yang memperjuangkan perubahan dan ingin meninggalkan gaya hidup selalu duduk di sebelah kiri dan mereka yang berjuang untuk mempertahankan kondisi sosial yang sudah ada duduk di sebelah kanan.
Berasal dari sini, kita bisa mengartikan bahwa bahwa politik “Kiri” atau sayap Kiri adalah politik progresif atau menginginkan perubahan. Sedangkan, politik “Kanan” atau sayap Kanan adalah politik konservatif atau ingin mempertahankan kondisi sosial sekarang. Namun memasuki tahun 1930 isu ekonomi mulai dibawa dalam perdebatan tersebut di mana kaum sosialis duduk di sebelah kiri dan kaum kapitalis duduk di sebelah kanan.
