Mengenal Fenomena Dejavu dalam Psikologi
Pernahkah kamu merasa pernah melewati situasi atau peristiwa yang sudah tidak asing lagi? Atau kamu bahkan merasa pernah melakukan hal yang serupa sebelumnya? kondisi inilah yang dikenal sebagai dejavu. Kondisi dejavu berasal dari bahasa Perancis yang memiliki arti pernah melihat.
Kondisi dejavu tidak perlu dikhawatirkan. Nyatanya, kondisi ini merupakan hal normal yang bisa dialami oleh siapa saja, termasuk seseorang yang sedang dalam keadaan sehat. Meskipun belum diketahui secara pasti penyebabnya, tetapi ada beberapa faktor pemicu yang dapat membuat seseorang mengalami dejavu. Simak penjelasan mengenai fenomena dejavu dalam artikel ini!
Apa Itu Dejavu?
Dejavu merupakan kondisi di mana seseorang seperti mengalami keadaan serta situasi yang sama dengan pengalaman masa lalunya. Hingga saat ini, peneliti pun belum mampu mengetahui penyebab pasti dari fenomena dejavu. Hal ini disebabkan dejavu dapat terjadi dengan cepat tanpa peringatan dan dialami oleh orang-orang yang memiliki kondisi kesehatan optimal.
Meskipun tidak membahayakan, tetapi tidak ada salahnya ketahui lebih banyak penjelasan mengenai fenomena dejavu. Berikut ini adalah alasan mengapa seseorang mengalami dejavu:
1.Teori Split Perception
Teori split perception mengatakan dejavu dapat terjadi ketika kamu melihat suatu hal yang sama dengan waktu yang berbeda. Saat kamu melihat pepohonan di suatu tempat, tetapi hanya melihat sepintas tanpa perhatian yang lebih.
Kemudian, kamu melihat pepohonan yang serupa di tempat yang berbeda. Otak akan membentuk mengenai ingatan yang kamu lihat, meskipun informasi yang diterima sangat terbatas karena pandangan yang singkat. Inilah yang bisa menyebabkan kamu mengalami kondisi dejavu.
2.Mengalami Gangguan pada Otak
Penjelasan lain mengenai fenomena dejavu adalah adanya gangguan pada otak. Saat melalui situasi dan kondisi tertentu, otak akan menyerap informasi yang didapat kemudian menyimpan ingatan menuju memori jangka pendek yang akan dialihkan ke memori jangka panjang.
Gangguan otak dapat menyebabkan informasi yang diterima otak langsung dialihkan ke memori jangka panjang. Dengan kata lain, teori ini juga menjelaskan mengenai proses memori yang tertunda.
Kamu perlu waspada jika dejavu terjadi cukup sering dan mengganggu. Kondisi ini bisa menandakan adanya gangguan kesehatan yang cukup serius.
3.Teori Memory Recall
Banyak ahli percaya bahwa fenomena dejavu terjadi berkaitan langsung dengan cara kamu memproses dan mengingat sebuah kejadian. Anne Cleary, seorang peneliti dejavu dan profesor psikologi di Universitas Colorado telah melakukan penelitian.
Melalui penelitiannya, ia menemukan teori bahwa dejavu dapat terjadi sebagai respon terhadap peristiwa yang menyerupai kejadian yang pernah kamu lalui, tetapi kamu tidak mengingatnya. Mungkin saja, kejadian tersebut pernah dilalui saat kamu masih kecil sehingga kamu tidak dapat mengingatnya.
Itulah beberapa penjelasan mengenai fenomena dejavu. Segera kunjungi rumah sakit terdekat dan lakukan pemeriksaan jika fenomena ini berlangsung cukup sering dan mengganggu aktivitas sehari-hari. Apalagi jika fenomena dejavu disertai dengan tanda lain, seperti hilangnya kesadaran atau adanya perubahan perilaku.
Nyatanya, fenomena dejavu juga bisa disebabkan oleh kondisi stres. Untuk itu, tidak ada salahnya lakukan berbagai cara untuk menurunkan tingkat stres. Penuhi kebutuhan nutrisi dan vitamin agar kondisi kesehatan dalam keadaan optimal. Kamu bisa gunakan suplemen untuk memenuhi kebutuhan gizi.
