Sering Demam Panggung? Coba Cara Ini untuk Mengatasi Grogi Anda
Demam panggung bukan hanya dialami pemula, bahkan orang profesional pun bisa saja mengalami demam panggung alias grogi. Hal ini wajar dialami siapapun, tak perlu malu atau menyalahkan diri sendiri. Istilah medis untuk rasa cemas saat harus berbicara di depan banyak orang disebut dengan glossophobia. Ini merupakan salah satu ketakutan sosial yang paling banyak dialami manusia.Meski wajar terjadi, bukan berarti tidak ada cara untuk mengatasinya.
Ciri-ciri grogi
Seseorang bisa merasa tegang saat harus berbicara di depan publik. Ini sangat wajar, bahkan orang-orang profesional dengan jam terbang tinggi pun bisa mengalaminya. Beberapa ciri orang yang mengalami grogi seperti:
- Detak jantung lebih cepat
- Muka memerah
- Tubuh dan suara bergetar
- Napas lebih pendek
- Pusing
- Sakit perut
Hal-hal di atas muncul karena respon alamiah tubuh, yaitu fight or flight, kondisi terpacunya adrenalin saat seorang individu merasa terancam. Meskipun demam panggung tidak memberikan ancaman nyata secara fisik, tetapi bisa membuat seseorang berdiri mematung dan membuat pikirannya kosong mendadak saat berada di depan banyak orang.Sering kali, hal ini dapat membuat seseorang memilih untuk menghindari berbicara di depan publik. Belum lagi ditambah pernah mengalami pengalaman memalukan yang terjadi akibat demam pangggung.
Cara mengatasi grogi
Ada beberapa strategi yang bisa dilakukan untuk mengatasi rasa cemas saat harus berbicara, berpidato, atau tampil di depan banyak orang. Apa saja?
1. Persiapan matang
2. Pilih topik yang disukai
Saat harus berbicara di depan publik, sebisa mungkin pilih topik yang paling disukai. Jika tidak ada pilihan topik, coba lakukan pendekatan lewat cara yang khas diri sendiri. Misalnya, saat harus berbicara seputar dunia kerja, awali dengan bercerita singkat tentang pengalaman paling menarik selama bekerja.Dengan cara ini, maka topik yang dibawakan tentu akan menjadi lebih menarik. Ini dapat meningkatkan motivasi untuk melakukan riset dan persiapan matang.Jangan salah, antusiasme ini bisa dirasakan oleh orang yang menyaksikan. Mereka bisa ikut tertarik dengan apa yang disampaikan, jika memang topik atau cara menyampaikan berkaitan dengan hal yang disukai. Jadi, cara mengatasi grogi bisa dilakukan sejak awal ketika diberikan pilihan tema apa yang akan dibawakan.
3. Kenali tempatnya
Sebisa mungkin, kunjungi terlebih dahulu tempat Anda akan melakukan pidato atau performa. Baik itu ruang konferensi, kelas, auditorium, maupun aula besar. Kenali betul bagaimana gambaran ketika nanti Anda berada di depan hadirin. Cara ini akan membuat seseorang lebih siap dengan apa yang akan dihadapinya.Hal ini juga berlaku saat melakukan rapat virtual seperti Zoom meeting dan semacamnya. Ketahui apa saja fitur yang ada dalam aplikasi semacam itu. Apabila memungkinkan, lakukan latihan dengan orang terdekat agar tahu apa yang harus dilakukan saat berinteraksi dengan peserta meeting.
4. Jangan membaca
5. Hargai penanya
Ketika ada umpan balik dari hadirin seperti pertanyaan atau komentar yang cukup sulit, beri respons yang tepat. Mulai dengan memuji atau berterima kasih atas apa yang mereka sampaikan. Ini akan menunjukkan bahwa Anda adalah sosok yang santai dan berpikiran terbuka.Jika tidak tahu apa jawaban dari pertanyaannya, sampaikan dengan jujur. Tekankan bahwa Anda akan mencari tahu lebih banyak seputar hal itu. Jangan lupa antisipasi munculnya pertanyaan sulit dengan berlatih sebelum presentasi atau berpidato.
6. Bayangkan kesuksesan
Menariknya, otak manusia tidak bisa membedakan mana aktivitas yang hanya dibayangkan dan kenyataan. Untuk itu, coba berlatih puluhan kali dan membayangkan hadirin memberikan tepuk tangan. Jika dilakukan terus menerus, bayangan ini akan menjadi keyakinan bahwa Anda mampu melakukannya.Sebaliknya, jangan sampai terjebak dalam bayangan kecemasan seperti gagal presentasi atau tidak mendapat perhatian hadirin saat berpidato. Ini hanya akan membuat rasa cemas menjadi kian nyata.
