Kenali Strategi Endowment Effect, Strategi Psikologi Pemasaran yang Bisa Diterapkan untuk Bisnis Anda
Pemasaran menjadi bagian aspek penting dalam perusahaan. Pemasaran memiliki peranan yang besar dalam menentukan keberlanjutan perusahaan. Berbagai perusahaan pun senantiasa berusaha menciptakan berbagai macam strategi agar produk menang di pasaran dan customer melakukan repeat order.
Teknik pemasaran yang semakin bervariasi seyogyanya dipilah mana yang sesuai untuk dijalankan di tiap perusahaan. Salah satu strategi pemasaran endowment effect perlu dipertimbangkan, mengingat beberapa perusahaan besar sudah sukses menjalankannya.
Tujuan pedagang asongan melakukan pemasaran dengan teknik ini adalah untuk making the passengers feel that the goods are belong to them. Hal ini akan menimbulkan kesan pada customer rasa kehilangan atau rugi (loss aversion) jika mengembalikan barang tersebut kepada pedagang asongan. Selain pedagang asongan, strategi ini juga diterapkan oleh IKEA atau lebih popular disebut Ikea effect.
Cara yang dilakukan oleh IKEA ini pun cukup sederhana yaitu dengan memberikan kesempatan kepada customer untuk mendesain perabotan rumah tangganya sendiri. Dengan cara ini dapat menimbulkan kesan bahwa itu seolah-olah barang miliknya.
Kekurangan dan Kelebihan Endowment Effect
Setiap tehnik pemasaran mempunyai resiko, termasuk strategi ini. Perasaan takut merugi seringkali menghalangi pelaku usaha untuk menjalankan strategi ini sehingga memperhitungkan sesuatu secara tidak realistis.
Sebagai contoh kasus umum yang pernah terjadi di Indonesia adalah kolektor batu akik yang enggan menjual barangnya sekalipun ditawar dengan harga yang tinggi hingga akhirnya di lain hari harganya menjadi turun drastis. Atau ketakutan lainnya contohnya saat mempresentasikan ide-ide di depan investor karena takut ide akan dicuri.
Terakhir, strategi endowment effect ini merupakan bias psikologi yang jika dijalankan dengan baik akan dapat memberikan manfaat seperti IKEA yang sudah menerapkan. Sebaliknya, strategi ini akan memberi dampak negatif jika pelaku usaha tidak aware atau kurang realistis dalam menilai suatu hal.
