Kenali Gaya Hidup Frugal Living, Menikmati Gaya Hidup Hemat Bukan Pelit yang Patut Ditiru
Anda sudah pernah mendengar istilah gaya hidup frugal living? Gaya hidup ini sedang ngetren di kalangan anak muda, karena ternyata dapat memberikan dampak positif bagi pengaturan keuangan sehari-hari. Sebenarnya, apa yang dimaksud dengan frugal living? Dari bahasa yang digunakan, dalam bahasa Inggris frugal berarti hemat, dan living adalah gaya hidup. Secara garis besar, frugal living memiliki arti gaya hidup berhemat.
Namun, frugal living juga bukan berarti anda dipaksa untuk pelit terhadap diri sendiri ya. Kata hemat pada frugal umumnya dibarengi dengan kata cermat, sehingga perilaku hemat pada gaya hidup ini juga harus dibarengi dengan sikap cermat. Baru-baru ini, tren gaya hidup frugal living sudah banyak dijalankan oleh anak-anak muda loh. Perilaku hemat cermat terbukti ampuh untuk mengatasi masalah keuangan di masa mendatang.
Lalu, apa saja contoh gaya hidup frugal living yang bisa bermanfaat untuk menjaga kesehatan keuanganmu? Yuk, ikuti langkah-langkah berikut ini ya.
Selalu Pastikan Unsur Butuh dan Mampu saat Membeli Sesuatu
Frugal living tidak sama dengan pelit. Jadi, bukan berarti dalam rangka berhemat anda jadi pelit pada diri sendiri, sampai-sampai tidak mau mengeluakan uang sama sekali. Konsep gaya hidup ini mengajarkan pada kita, bahwa terdapat dua unsur yang harus terpenuhi saat ingin membelanjakan uang, yaitu butuh dan mampu.
Apakah bisa jika hanya salah satunya saja? Jawabannya tidak. Kedua unsur ini harus terpenuhi agar konsep frugal living bisa tercapai. Contohnya, anda ingin membeli tas baru. Tanyakan pada diri sendiri, apakah anda benar-benar sedang butuh tas baru? Apakah anda punya uangnya untuk beli tas baru? Jika kedua pertanyaan tersebut jawabannya iya, maka anda boleh saja membeli tas tersebut.
Tapi lain hal jika hanya salah satu saja yang terpenuhi. Misalnya, anda butuh tas baru, tapi uangnya tidak ada. Artinya, unsur mampu belum terpenuhi. Maka anda tidak bisa membeli tas tersebut. Alternatifnya, carilah tas lain yang sesuai dengan kemampuan anda supaya pengeluaran tidak bengkak. Bagaimana jika uangnya ada namun sebenarnya kita tidak sedang butuh-butuh banget? Jatuhnya malah jadi boros. Anda membeli sesuatu berdasarkan keinginan, bukan kebutuhan.
Nah, kalau anda ingin memiliki kondisi keuangan yang sehat, mulailah dengan konsep frugal living ini ya. Belilah sesuatu karena dua unsur butuh dan mampu ini sudah terpenuhi.
Tidak Termakan Gengsi dan Status Sosial
Kalau anda benar-benar ingin mencoba gaya hidup frugal living, ada konsekuensi yang harus siap anda terima, yaitu tidak termakan gengsi.
Nah, kenapa sih gengsi jadi suatu masalah bagi kondisi keuangan? Karena, banyak pengeluaran yang dilakukan atas dasar keinginan untuk memenuhi gengsi.
Dalam gaya hidup frugal living, ingatlah konsep pertama, bahwa membeli sesuatu harus memenuhi dua unsur, yaitu butuh dan mampu.
Memenuhi gengsi umumnya justru berlawanan dengan unsur butuh dan mampu. Seseorang membeli barang bukan karena butuh, tapi karena ingin, dan memakai uang yang sebenarnya tidak dimiliki. Tentu saja, tujuan utamanya adalah untuk memenuhi gengsi dan menaikkan status sosial. Namun, perilaku itu sebenarnya bahaya banget untuk kondisi keuangan, karena tujuan keuangan di masa depan jadi sulit tercapai.
Anda tidak perlu malu dengan hidup yang apa adanya dan sewajarnya. Anda juga tidak perlu memuaskan keinginan orang lain dengan memaksa diri membeli barang-barang yang tidak perlu. Pada akhirnya, lingkungan pertemanan anda akan membaik dengan sendirinya jika anda konsisten menampilkan jati dirimu apa adanya. Bukan memanipulasi gaya hidup dengan mengikuti gengsi.
Menikmati Hidup Hemat dengan Memanfaatkan Promo
Siapa bilang gaya hidup frugal living bikin susah? Anda tetap bisa menikmati hidup sambil berhemat. Caranya adalah dengan memanfaatkan promo. Sekarang ini, udah banyak banget promo yang diberikan oleh berbagai bidang usaha. Mulai dari market place, aplikasi transportasi, fitur paylater, dan lain-lain.
Manfaatkan promo tersebut untuk memenuhi kebutuhan anda, termasuk untuk biaya hiburan. Tidak ada salahnya membeli voucher untuk berlibur dengan memanfaatkan potongan harga atau discount. Jadi, anda tidak perlu khawatir akan ketinggalan update jika menjalani gaya hidup frugal living. Ingat, selain hemat, anda juga harus cermat, salah satunya dengan jeli memanfaatkan promo.
