Apakah Rasio Hutang Berpengaruh Terhadap Laju Inflasi Suatu Negara?

Rasio hutang tidak mempengaruhi laju inflasi sebuah negara. Jadi mau Hutang sebanyak apapun asal bisa membayarnya maka pemerintahannya akan baik-baik saja. Statement tersebut kurang tepat apabila dilihat dari segi ekonomi. Contohnya Jepang yang negaranya punya rasio hutang yang banyak.
- Jepang memiliki rasio hutang tinggi yaitu 234.86% dari GDP malah justru mengalami deflasi.
- Amerika Serikat memiliki rasio hutang 99.3% dari GDP hanya memiliki inflasi yang kecil.
- Indonesia memiliki rasio hutang lebih kecil dari Jepang dan Amerika Serikat (36.62%) malah justru mengalami inflasi.
Kalau inflasi dipengaruhi oleh rasio hutang, maka Indonesia seharusnya deflasi juga seperti Jepang (bukan inflasi ya) karena hutangnya lebih sedikit. Venezuela yang punya hutang setara Jepang justru sedang dalam krisis ekonomi.
- Turki justru memiliki rasio hutang lebih sedikit dari Indonesia yaitu 32.99% dari GDP justru inflasinya sebanyak 17.14%.
- Venezuela rasio hutangnya 232.79% dari GDP dan inflasinya 438.12%. Padahal angkanya mirip sekali dengan rasio hutangnya Jepang yang 234.86% (selisih 2% saja).
Jadi mau rasio hutang ditambah, dikurangi, dilunasi semuanya tidak ada pengaruhnya terhadap laju inflasinya naik, turun atau justru deflasi. Pengelolaan hutang yang dilakukan pemerintahannya masing-masing justru berpengaruh terhadap ekonominya.
