Cara Menerapkan Pola Hidup Sehat namun Tidak Mahal
Pasti kita semua mau menukarkan kesehatan yang kita miliki saat ini dengan emas walaupun sebesar bumi. Karena kesehatan adalah nikmat yang seyogyanya kita jaga. Kewajiban kita yaitu berusaha. Berikut ini beberapa tpis yang bisa Anda terapkan:
- Berpuasa. Sebuah penelitian menunjukkan bahwa mereka yang berpuasa sebulan sekali memiliki risiko 58 persen lebih rendah terkena penyakit jantung, dibandingkan mereka yang tidak menjalani puasa. Selain itu, ada juga beberapa penelitian yang menyatakan bahwa berpuasa dapat mengurangi resistensi insulin yang memicu diabetes. Namun demikian, masih perlu dilakukan penelitian lebih menyeluruh. Ingatlah bahwa untuk menjaga kesehatan jantung, faktor-faktor lain seperti pola makan dan olahraga teratur berperan besar.
- Makan buah sebelum makan-makanan yang berat. Dalam jangka panjang, kebiasaan ini juga bermanfaat untuk mengurangi risiko terkena berbagai penyakit, seperti diabetes, penyakit jantung, dan stroke.
- Tidak Langsung Tidur Setelah Makan. Sebuah penelitian menyatakan bahwa orang yang sering tidur setelah makan akan mengalami peningkatan berat badan yang cukup signifikan.
- Makan Kurma dengan Jumlah Ganjil. Ternyata dalam tinjauan ilmiah dan medis, makan buah kurma memang dianjurkan dalam hitungan ganjil. Sebuah penelitian yang dilakukan Musthafa Mohamed Essa, Ph.D, pakar Biochemistry-Nutrition and Neuropharmacology, Sultan Qaboos University, Oman membuktikan bahwa mengkonsumsi dalam hitungan genap, seperti dua, empat, enam dan seterusnya membuat kurma diubah menjadi gula dalam darah dan potassium tanpa menghasilkan energi. Sebaliknya jika dikonsumsi dalam jumlah ganjil maka tubuh akan mengubah kurma menjadi karbohidrat.
- Mengendalikan Stress. Stress tidak selamanya merugikan. Ia muncul ketika eksistensi manusia sedang terancam sehingga membantu kita tetap survive dalam menghadapi masalah. Namun stress yang berlebihan akan membahayakan kesehatan. Penelitian yang dilakukan Harvard University pada 2017 lalu menyebutkan bahwa mereka yang memiliki aktivitas tinggi di bagian amygdala (bagian otak pembentuk emosi) berisiko terkena serangan jantung.
- Kurangi Marah. Faktanya, satu penelitian menemukan bahwa orang dengan kecenderungan marah sebagai sifat kepribadian memiliki risiko dua kali lebih besar terkena penyakit jantung daripada rekan-rekan mereka yang kurang marah.
- Mengurangi Begadang. Penelitian yang dilakukan pada 2018 menemukan bahwa orang yang sering begadang, lebih berpeluang mengalami depresi. Hal tersebut terbukti benar setelah para peserta yang begadang dan memiliki diabetes tipe-2 mengalami depresi.
- Sebisa Mungkin Hindari Tidur Sore Hari. Donna Arand, Ph.D., psikolog eksperimental di Pusat Gangguan Tidur Kettering di Dayton, Ohio, Amerika Serikat berpendapat bahwa sebaiknya menghindari tertidur antara pukul 4-6 sore. Melansir dari merdeka.com, peneliti menemukan bahwa tidur di sore hari ternyata dapat meningkatkan risiko kematian
- Usahakan Untuk Tidur Siang. Jika poin sebelumnya menyinggung alasan tidur sore tidak dianjurkan, ternyata ada waktu tidur yang dianjurkan. Ya, tidur siang. Dalam sebuah penelitian yang diterbitkan di jurnal Heart, para peneliti mengamati kebiasaan tidur yang dilakukan hampir 3.500 orang dewasa di Swiss. Mereka menemukan bahwa orang-orang yang tidur siang satu atau dua kali setiap minggu memiliki risiko lebih rendah untuk masalah jantung, termasuk stroke dan penyakit jantung, daripada mereka yang tidak tidur siang sama sekali.
- Cobalah untuk positive Thinking. Berbagai penelitian membuktikan berpikir negatif secara konstan terkait dengan aneka masalah kesehatan. Empat masalah kesehatan yang mungkin daikibatkan oleh negative thinking yaitu: hipertensi, masalah pencernaan, berat badan bertambah, dan impotensi.
- Tidur yang Ideal adalah 8 Jam per hari.
Nah, bagaimana? murah, bukan? kita tidak perlu sampai merogoh gocek seribu rupiah, bahkan satu perakpun, kecuali jika memang diperlukan, yang dapat kita terapkan untuk melakukan pola hidup sehat seperti pemaparan di atas. Selamat mencoba, ya!
Satu hal yang perlu Anda ketahui, bahwa poin-poin yang kami himpun di atas adalah berbagai hasil penelitian ilmiah orang-orang cerdas abad 20 sebagai sebagian bukti kebenaran sabda-sabda Nabi Muhammad Shallalahu ‘Alaihi Wassalam setelah lebih kurang 14 abad silam sebelum adanya teknologi -teknologi canggih seperti zaman sekarang ini. “Akallah yang mengikuti Sunnatullah, bukan ayat-ayat (Quran) yang mengikuti logika manusia”. Perumpamaannya yaitu seprti kita membersihkan sepatu, jika dinalar (logika), pastilah alas sepatu yang patut dibersihkan, buka bagian atas sepatu (setiap kali kita memakai sepatu ke luar rumah). itulah faktanya.
Namun demikian, kebenaran Islam tidak membutuhkan dalil pembenar ilmiah melalui penelitian iptek, karena kebenaran iptek hanyalah kebenaran temporer yang dapat berubah mengikuti perkembangan ilmu. Kebenaran Islam adalah kebenaran hakiki dan abadi, sehingga dengan ataupun tanpa dibuktikan kebenarannya melalui iptek, ajaran Islam akan selalu benar, yang bisa kita katakan hanyalah sami’naa wa atho’naa (kami telah mendengar dan kami akan mamatuhinya).
