Tipe-Tipe Penumpang Ini mendapatkan Perhatian Ekstra Pramugari Selama Penerbangan
Ada beberapa Special Passengers, begitu para awak kabin menyebutnya. Tipe-tipe penumpang yang mendapat perhatian extra dan khusus oleh awak kabin, yaitu:
- Anak-anak yang berpergian sendiri tanpa pendamping, yang berusia dibawah 12 tahun. Mereka disebut Unaccompanied Minor (UM). UM akan selalu diawasi dan dijaga oleh petugas darat maupun awak kabin sejak dia diantar oleh keluarganya dari bandara asal, sampai dijemput lagi oleh keluarga di bandara tujuan. UM akan diberi identitas khusus oleh maskapai biasanya dikalungkan seperti ini, untuk memudahkan petugas dan awak kabin dalam menangani dan mengidentifikasi.
- Pregnant Woman atau wanita hamil. Wanita hamil boleh naik pesawat apabila membawa surat keterangan kehamilan dari dokter bahwa kehamilannya sehat.
- Sick Passengers atau penumpang sakit. biasanya penumpang membawa surat dari dokter atau bahkan di dampingi dokter. Penumpang yang awalnya sehat, kemudian saat dipesawat tiba-tiba sakit seperti mengeluh sakit kepala atau demam atau mimisan, itupun sudah menjadi bagian dari Special Passenger.
- Blind Passengers atau Tunanetra dan Deaf Passengers atau Tunarungu. Mereka akan mendapat instruksi penerbangan secara khusus oleh awak kabin.
- Wheelchair Passenger atau penumpang berkursi roda.
- Stretcher Passenger atau penumpang dengan tandu. Penumpang ini didampingi oleh dokter.
- Prisoners atau tahanan. Tahanan harus didampingi oleh pihak berwajib dan diborgol.
- Rude passenger atau penumpang yang tidak mau mengikuti instruksi keselamatan penerbangan. Misalnya, dia tidak mau memakai sabuk pengaman, apabila dia bersikeras tidak mau melakukannya, pilot akan turun tangan dan bisa berakibat si penumpang tersebut diturunkan dari pesawat. Sepanjang perjalanan awak kabin akan memantau gerak gerik penumpang ini.
- Deportees. Adalah orang-orang WNA yang dipulangkan ke negara asalnya secara paksa oleh negara yang mereka tinggali. Entah karena visa yang habis atau karena kasus immigrasi lainnya. Di Jeddah misalnya, harus memulangkan para deportees dari negaranya berjumlah ratusan orang. Kami para pramugari harus mengawasi mereka karena dikhawatirkan mereka melakukan hal-hal seperti sexual harassment, berteriak-teriak dan hal yg menjijikan lainnya. Seorang rekan pernah bercerita mengapa deportees yang seperti ini menjadi perhatian awak kabin, karena sebelum mereka dipulangkan, mereka dipenjara dulu selama beberapa hari. Kita gak pernah tau apa yang mereka alami dipenjara yang menyebabkan mereka ‘marah’ di pesawat. Terlebih tidak ada pendampingan dari pihak berwajib.
- Elderly Passengers atau para lansia.
- Diabetic Passenger atau penumpang diabetes. Para penumpang diabates biasanya sudah menginformasikan pihak maskapai pada saat booking. Mereka akan memesan makanan khusus pada saat penerbangan, sehingga pada saat in-flight, awak kabin akan menghidangkan makanan yang sudah dipesan khusus oleh penumpang tersebut.
Para special passenger yang sudah saya tulis diatas akan menaiki pesawat terlebih dahulu dan turun paling akhir, jadi penumpang yang lain tidak akan merasa terganggu pada saat proses naik dan turun pesawat (boarding and deplaning progress).
