5 Strategi Bisnis Tetap Bertumbuh di Tengah Pandemi COVID-19
Pandemi COVID-19 yang menyerang global, termasuk Indonesia, mengubah kebiasaan dan gaya hidup warga . sesuai dengan anjuran pemerintah, rakyat melakukan social distancing di mana rakyat dihimbau untuk tidak pulang ke tempat yg ramai dan selalu menjaga jarak aman. Akhirnya, sentra perbelanjaan ditutup, warga telah beraktivitas berasal rumah, permintaan menurun, dan kebanyakan usaha tidak bisa beroperasi seperti umumnya. pada situasi ini, pelaku perjuangan perlu memutar otak agar bisa menjaga bisnis permanen stabil ketika permintaan sedang menurun. Nah, supaya dapat menyusun taktik yg sempurna buat usaha Anda, simak dulu 5 (lima) taktik supaya bisnis tetap bertumbuh saat hadapi pandemi COVID-19.
Kreatif melihat peluang bisnis
intinya, berbisnis berarti menjual solusi permasalahan yang dialami konsumen Anda. saat permintaan turun, artinya solusi yang ditawarkan bisnis Anda sudah tidak relevan dengan kebutuhan konsumen. pada waktu mirip ini, Anda perlu berpikir out-of-the-box pada melihat peluang usaha yang terdapat. Menjalankan bisnis mirip biasa tanpa menyesuaikan diri terhadap keadaan pasar sekarang mampu jadi merugikan bagi Anda. untuk mencari ilham, Anda dapat mulai dengan mempertanyakan bagaimana pandemi COVID-19 memengaruhi konsumen, masalah apa yg disebabkan dan apa solusi atas duduk perkara tadi. Singkatnya, ketahuilah duduk perkara konsumen dan ciptakanlah solusi yang mudah dan kreatif.
menjadi salah satu contoh, konsumen khawatir akan kebersihan serta keamanan kuliner yg dijual pada restoran atau rumah makan, akan tetapi tidak punya ketika dan tempat buat mengolah setiap hari. Anda mampu membentuk usaha katering yg selain menyediakan kuliner yg enak, mengklaim kebersihan dan keamanan kuliner menggunakan mengikuti prosedur pencegahan penularan COVID-19 bagi pengusaha kuliner. buat rencana yg rapi, pikirkan titik-titik pemasaran serta pengantaran, mekanisme pengantaran, serta faktor-faktor yang memengaruhi keputusan konsumen.
Ikuti tren belanja konsumen
perilaku belanja konsumen Indonesia saat terjadi pandemi COVID-19 tentu berubah. sebab konsumen tidak poly beraktivitas di luar tempat tinggal , aktivitas berbelanja turut dilakukan asal tempat tinggal . Konsumen ingin mendapatkan produk berkualitas yang terjaga kebersihan dan keamanannya tanpa keluar rumah. Hasilnya, penjualan berpindah asal toko fisik ke toko online serta e-commerce. buat mempertahankan penjualan, pelaku usaha usahakan pindah ke atau menambahkan toko online. Anda juga bisa memanfaatkan layanan pengiriman kuliner dan barang agar tetap mampu menjangkau konsumen Anda. intinya, pantau terus sikap serta asa konsumen serta sesuaikan contoh bisnis Jika dibutuhkan.
Jalankan strategi marketing in crisis
di situasi rentan mirip ini, usaha pemasaran dan komunikasi berperan penting buat mempertahankan kestabilan usaha. untuk menanggapi pandemi COVID-19, usaha dapat memberikan apa saja perjuangan yang dilakukan buat para konsumen serta masyarakat di saat krisis terjadi. taktik-taktik yang telah diulas di atas, seperti melakukan delivery serta menyalurkan melalui e-commerce, bertujuan buat membantu konsumen buat tetap safety saat berbelanja. Sampaikanlah tujuan tersebut pada konsumen agar konsumen memahami bahwa bisnis peduli di keamanan serta kesehatan konsumen.
Selain itu, usaha jua dapat menyampaikan perjuangan-usaha yg dilakukan untuk melindungi pegawainya dan mematuhi anjuran pemerintah serta otoritas, contohnya memberlakukan work-from-home dan physical distancing. akan tetapi perlu diperhatikan, saluran atau media apa yg dikonsumsi oleh konsumen, di mana bisnis Anda mampu menceritakan segala perjuangan yang Anda lakukan. Dibandingkan banner pada toko fisik yg mungkin tidak akan dicermati sang konsumen, gunakanlah platform mirip media umum dan e-commerce. Hal ini dapat menjadi nilai plus bisnis Anda serta membentuk konsumen berpihak pada Anda.
Susun planning buat beberapa bulan ke depan
Masa-masa sulit dampak pandemi COVID-19 ini absolut akan berakhir, namun sayangnya tidak bisa diprediksi secara akurat kapan. Daripada hanya berharap dalam ketidakpastian, terdapat baiknya Anda menyiapkan planning untuk beberapa bulan ke depan menggunakan skenario di mana pandemi COVID-19 masih berpengaruh bagi usaha Anda. Anda perlu menganalisis bagaimana bisnis Anda mengalami perubahan serta terpengaruh selama beberapa bulan ke depan. asal segi operasional, porto, stok, jumlah permintaan, proyeksi keuntungan, serta kesehatan cash flow bisnis Anda, analisis dan susun rencana buat mempertahankan kestabilan bisnis Anda. Berlakukan penyesuaian yg disebut bisa menguntungkan usaha. Selain itu, analisis dan lakukan mitigasi atas risiko-risiko yg dapat menghambat bisnis Anda dalam beberapa bulan ke depan.
Jadikan bulan Ramadhan mendatang sebagai peluang
tidak sampai sebulan lagi, umat muslim akan menyambut bulan Ramadhan. Melihat tren belanja konsumen selama bulan Ramadhan pada tahun-tahun sebelumnya, usaha bisa melihat momen ini menjadi harapan buat mendapatkan keuntungan lebih. Bulan Ramadhan bisa jadi timing krusial untuk usaha Anda, peluang anda buat tetap bertumbuh di tengah pandemi COVID-19.
Keadaan mungkin akan berbeda berasal tahun sebelumnya, mengingat ada berbagai aktivitas yang tak bisa dilakukan buat mencegah penyebaran virus corona. tetapi yang absolut, umat muslim akan tetap berpuasa dan merayakan Lebaran. Anda tetap mampu mengambil peluang berbisnis menggunakan menjaga ketersediaan stok agar mampu menaikkan omzet selama bulan Ramadhan.
sebab merupakan momentum krusial, Anda perlu mempersiapkan kapital yang cukup supaya stok tetap terjaga. ingat, selain modal buat menambah stok, Anda perlu membayarkan THR karyawan. semua ini krusial dipersiapkan secara matang sebelum bulan Ramadhan. agar kesehatan finansial serta cash flow bisnis Anda tidak terganggu, carilah cara lain pembiayaan buat melancarkan semua taktik usaha Anda. salah satu cara lain yang dapat Anda manfaatkan artinya Merchant Financing.
