Apakah Kimia Anorganik Selalu Berhubungan dengan Kimia Material?
Secara konvensional solid materials dikelompokkan menjadi: metals (logam-logam), polymers, ceramics dan composites.
- Metals, komposisinya terdiri atas satu atau lebih komponen elemen logam (seperti iron, alumunium, copper, titanium, gold, nickel, dlsb) dan sering kali juga disertai elemen non logam dalam jumlah kecil (seperti carbon, nitrogen, dan oksigen)
- Ceramics, adalah senyawa (compounds) yang tersusun atas elemen logam dan non logam, umumnya dalam bentuk oxides, nitrides, dan carbides. Contoh material keramik yang paling umum diantaranya alumunium oxide atau alumina (Al2O3), Silicon dioxide atau silica (SiO2), Silicon Carbide (SiC), Silicon Nitride (Si3N4) dan juga material yang sering disebut sebagai tradisional keramik seperti yang dibuat dari tanah liat (clay, porcelain), cement dan juga glass.
- Polymers, yang termasuk pada material in diantaranya adalah material plastik yang umum kita kenal dan juga karet. Umumnya adalah senyawa organik yang secara kimia tersusun dari carbon, hydrogen, dan berbagai elemen non logam lainnya seperti (O, N, dan Si)
- Composites, adalah material yang tersusun atas dua (atau lebih) individual material yang telah dijelaskan sebelumnya yaitu metals, ceramics dan polymers.
Dari klasifikasi materials di atas, pengertian kimia material sangatlah luas (seperti yang digambarkan pada tabel periodik di bawah). Karena material tidak hanya tersusun atas elemen-elemen anorganik saja seperti contohnya adalah logam-logam yang dasar keilmuannya bisa didapatkan pada subjek kimia anorganik, akan tetapi juga sangat banyak jenis material yang tersusun atas elemen-elemen organik dan non logam seperti pada material polymers, contoh yg umum antara lain adalah plastik dan karet, yang dasar keilmuannya dapat dipelajari pada subjek kimia organik.
