Apakah Hewan Bisa Mengalami Maag Seperti Manusia?
Maag atau gastritis dapat dialami oleh manusia maupun hewan, khususnya yang memiliki lambung pada saluran pencernaannya. Pada hewan, banyak faktor yang dapat menyebabkan gastritis. Iritasi benda asing, infestasi endoparasit/cacing, dan infeksi bakteri serta virus dapat menyebabkan perlukaan pada mukosa lambung yang memicu terjadinya gastritis.
Berdasarkan kejadian penyakitnya, gastritis pada hewan dapat dikategorikan menjadi akut dan kronis. Gejala yang timbul pada gastritis akut tidak spesifik, namun umumnya muntah. Pada gastritis kronis, umumnya muntah terus menerus >7 hari disertai penurunan berat badan. Kondisi lain seperti bowel disease juga dapat menyertai kasus kronis yang parah.
Terapi yang diberikan pada gastritis bersifat suportif dan simptomatis. Terapi cairan dapat diberikan pada kondisi hewan mengalami dehidrasi. Pemberian antiemetikum dapat dilakukan untuk mengurangi gejala muntah. Gastroprotektan seperti sukralfat sirup atau omeprazol juga dapat diberikan oleh dokter hewan.
Hal yang perlu diingat adalah seringkali gastritis dijumpai sebagai salah satu gejala yang menyertai penyakit. Artinya, terapi yang diberikan tanpa mengetahui penyebab utama terjadinya gastritis tidak akan efektif. Oleh karena itu, metode seperti endoskopi+biopsi, radiografi dengan bahan kontras, biokimia serum, urinalisis, hingga pemeriksaan feses dapat dilakukan untuk memperkuat diagnosis terhadap penyakit yang diderita hewan. Sehingga, terapi yang efektif dapat diberikan.
