Pola Pikir Terbaik yang Harus Dimiliki
Secara teoritis ada dua jenis pola pikir yaitu pola defensif dan pola eksekutif. Berikut indikator yang bisa dijadikan ciri pembeda kedua pola pikir tersebut.
Katastrop. Berpikir katastrop kita terapkan ketika kita membesar-membesarkan sesuatu, seakan-akan sesuatu yang buruk tidak bisa dielakkan. Sebaliknya, ketika kita memandang masalah menggunakan skala kemungkinan (1 – 10), seberapa besar kemungkinan sesuatu yang buruk itu terjadi maka kita menerapkan cara berpikir perspektif.
Dikotomis. Berpikir dikotomis adalah kecenderungan melihat sesuatu secara hitam-putih, tidak ada abu-abu. Beriman atau kafir, salah atau benar, baik atau buruk. Sebaliknya, orang yang berpikir eksekutif. Bisa melihat keboleh jadian dan kemungkinan (possibility) di luar blok hitam dan putih itu.
Orang yang berpola pikir defensif cenderung melihat masalah dari satu titik pada kulit luarnya saja (surface issue). Sedangkan pola eksektuif cenderung melihat persoalan dari berbagai sudut pandang dan mendalam, butuh landasan yang kuat (underlying needs) untuk bersikap.
Selanjutnya, pola berpikir defensif cenderung mencari pembenaran (need to be right) terhadap klaim dan keyakinan. Sebaliknya, para pemikir eksekutif cenderung untuk terus belajar (willing to learn) untuk mencari kebenaran.
Pemikir defensif cenderung mudah menarik kesimpulan (assumptions) berdasarkan informasi yang terbatas. Sebaliknya, pemikir eksekutif butuh banyak asupan informasi, fakta yang relevan untuk menarik kesimpulan (critical thinking).
Terakhir, orang berpikir defensif itu cenderung melakukan pembenaran sendiri (self-justification), suka berdalih untuk kesalahan yang dia lakukan. Sebaliknya, pemikir eksekutif tidak suka mencari alasan atas kekalahan atau kesalahan diri, mudah mengakui kelebihan orang lain (acknowledge).
Manakah diantara dua pola berpikir itu yang terbaik? Dalam praktik, kedua pola itu sebenarnya tidak bisa dibandingkan. Sebab setiap orang pasti pernah dan akan menggunakan keduanya. Hanya saja kapan kita menggunakan salah satu dari kedua pola itu, tergantung pada momen, situasi, dan kondisi yang dihadapi.
Ketika kita sedang berusaha membenarkan keyakinan yang kita anut, misalnya, pasti kita lebih mengandalkan cara berpikir defensif. Sebaliknya, ketika kita sedang mencari solusi terbaik dari suatu isu atau masalah pastilah kita (dipaksa) menggunakan pola pikir eksekutif.
