Cara Tepat Mendidik Anak Dengan Baik
Disiplin: Ajari anak-anak pentingnya memahami konsekuensi dari tindakan mereka.
Kamu penting. Ini adalah konsep kunci dalam mengajar anak untuk menghargai diri sendiri. Itu juga merupakan elemen penting dalam disiplin positif. Mengajari anak-anak bahwa keputusan atau tindakan yang mereka ambil itu penting – dan memiliki konsekuensi – dapat membantu mereka mempelajari disiplin diri. Berikut adalah beberapa gagasan untuk membantu anak-anak belajar melalui pilihan yang mereka buat.
1. Tetapkan ekspektasi, bukan ancaman.
Beri tahu anak Anda sebelumnya tentang ekspektasi Anda atas perilaku baik mereka sebelum situasi tertentu. Sebelum menonton film, diskusikan pentingnya diam saat menonton agar semua orang dapat menikmati film tersebut. Beri tahu anak Anda bahwa Anda harus keluar dari bioskop jika dia berisik. Ketika Anda menetapkan konsekuensi yang jelas, Anda membuka jalan untuk hasil yang lebih positif.
2. Ikuti dengan konsekuensi paralel.
Berusaha keras untuk menghubungkan konsekuensi dengan perilaku tertentu. Misalnya, jika anak Anda tidak merapikan ruangan, konsekuensinya ia harus membersihkannya sebelum diizinkan bermain. Konsekuensi dari tidak mengemas – seperti tidak memiliki makanan penutup – tidak wajar, dan mungkin sulit dipahami oleh anak-anak.
3. Konsisten.
Harapan dan konsekuensi yang dapat diprediksi dapat membantu anak-anak merasa aman. Anak-anak yang merasa aman tidak terlalu bermusuhan. Tetapkan batasan dan aturan yang jelas dengan kebaikan dan logika untuk membantu anak-anak mempelajari manfaat dari perilaku positif.
4. Diskusikan konsekuensinya.
Jika memungkinkan, dorong anak Anda untuk membuat keputusan, daripada membuat keputusan untuk mereka. Apa yang terjadi jika Anda tidak menyikat gigi? Melibatkan anak dalam mempertimbangkan konsekuensi dari perilaku mereka sendiri dapat membantu membangun keterampilan pengambilan keputusan.
Ikuti tip di atas untuk mengetahui cara mendisiplinkan anak Anda melalui konsekuensi tindakan mereka.
