Sejarah Rumus Teori Al-JaBar Secara Matematika
Dunia Al Jabar adalah matematikawan Maroko terkenal dan tokoh sastra penting dalam sejarah Maroko. Lahir di Maroko, Al Jafar juga memanggil Abu Tabil. Awal hidupnya dapat ditelusuri kembali ke abad ke-6. Hidupnya terbagi antara Spanyol dan Maroko. Karirnya membentang berabad-abad, di mana ia memberikan kontribusi penting untuk matematika, termasuk studi aljabar dan geometri. Selain kontribusi utamanya pada matematika, Al Jafar adalah tokoh kunci di bidang kedokteran, optik, teknik dan optik, di antara bidang lainnya. Dia dikatakan telah menemukan teropong, menulis penemuannya, dan dia juga merupakan penasihat penting bagi banyak penulis dan seniman.
Salah satu karyanya yang paling terkenal adalah buku “The Book ofods”. Dalam buku ini, ia membahas dasar-dasar ilmu aritmatika. Pentingnya Al Jafar dapat ditelusuri dalam bahasa Arab, di mana ia disebut sebagai ‘al-Kadir’, atau Dewa Bilangan. Buku “The Book of Numbers” adalah karya terakhirnya yang diterbitkan. Dalam buku ini, Al Jafar membahas berbagai topik seperti geometri, aljabar, astronomi, dan bahkan fisika kuantum. Menurut tradisi, Al Jafar mempresentasikan perhitungannya untuk pertama kalinya kepada seorang terpelajar bernama Ahmed al-Jafar. “Kitab Bilangan” menjelaskan metode penambahan, pengurangan, dan pembagian angka menggunakan rumus yang relatif sederhana dan aljabar. Buku ini ditulis untuk menjawab permasalahan yang melanda umat Islam sebelumnya, seperti cara menghitung keliling dan diameter bumi.
Al Jafar mendasarkan pengetahuannya tentang aritmatika pada penemuan yang dia buat mengenai pergerakan benda-benda langit melalui bulan dan bintang-bintang. Al Jafar juga dikenal sebagai seorang polymath, yang tidak menulis dalam gaya matematika formal. Dia adalah seorang ahli dalam filsafat Hindu, sastra Persia dan tata bahasa Arab. Terlepas dari kenyataan bahwa Al Jafar tidak menemukan matematika, tetapi hanya menggunakannya untuk memecahkan masalah, ia dianugerahi hadiah oleh Sultan Muscat untuk perannya dalam mengembangkan matematika.
Beberapa penemuannya yang lain termasuk sebuah buku yang memberikan ringkasan dari semua persamaan aljabar dalam bahasa Persia dan salah satu buku yang menggambarkan sifat dasar bola. Sebuah puisi terkenal berjudul “Kitab Seribu Delapan Pelajaran” sebagian besar disusun oleh Al Jafar. “Kitab Bilangan” tetap menjadi teks favorit di sekolah-sekolah di seluruh dunia, dan terus menjadi referensi standar bagi mahasiswa, karena banyak siswa mengutipnya sebagai buku teks mereka. Kehidupan Al Jafar sangat berwarna dan dia juga seorang penyair dan kritikus Persia yang terampil. Setelah kematiannya, karya-karyanya masih terkenal dan tersedia sebagai buku bacaan.
