Cara Mencegah Stroke
Stroke dapat terjadi akibat penyumbatan di arteri yang membawa darah kaya oksigen ke otak, yang mengakibatkan hilangnya memori, konsentrasi, dan gerakan sementara. Stroke juga dapat terjadi karena masalah yang berkaitan dengan jantung, termasuk kebugaran jantung yang tidak memadai, irama atau kegagalan jantung yang tidak normal. Penyebab paling umum dari stroke pada pria adalah penyakit arteri koroner, yang menyebabkan timbunan lemak menumpuk di sepanjang dinding arteri yang menuju ke jantung. Pria lebih mungkin mengalami stroke jika mereka merokok, memiliki kadar kolesterol darah tinggi dan kelebihan berat badan. Merokok juga meningkatkan risiko terkena stroke pada seseorang yang merupakan perokok saat ini atau sebelumnya.
Pencegahan stroke meliputi perubahan gaya hidup seperti berhenti merokok dan mengurangi konsumsi alkohol. Dalam beberapa kasus, perawatan bedah seperti angioplasti atau operasi bypass arteri karotis direkomendasikan untuk individu dengan stroke ringan hingga sedang. Tindakan lain, seperti mempertahankan diet rendah lemak dan meningkatkan aktivitas fisik, juga bermanfaat dalam mencegah stroke. Penderita stroke harus berusaha untuk merawat diri mereka sendiri sebanyak mungkin, dan semakin dini mereka mulai mengikuti praktik pencegahan stroke yang baik, semakin baik.
Program olahraga teratur dapat sangat membantu dan bahkan hanya dengan menggerakkan lengan atau kaki secara teratur dapat membantu. Penderita stroke harus membuat perubahan dalam gaya hidup dan pola makan mereka untuk mencoba mengurangi risiko mereka. Mereka harus meningkatkan aktivitas fisik mereka dan mengurangi merokok dan minum. Seorang pasien dengan tekanan darah tinggi, terutama saat berolahraga, dapat berisiko terkena stroke. Penderita stroke harus berkonsultasi dengan dokter mereka untuk mengetahui apakah ada kondisi tambahan yang dapat menyebabkan tekanan darah tinggi, seperti kolesterol tinggi atau diabetes. Penting juga untuk membuat perubahan gaya hidup untuk mencoba menghilangkan stres mental atau emosional yang dapat berkontribusi pada masalah tersebut.
Namun, mengetahui cara menghindari stroke hanyalah langkah pertama. Penderita stroke juga harus tahu apa yang harus dilakukan jika terdiagnosis dengan kondisi tersebut. Pencegahan stroke lebih mudah daripada yang dipikirkan kebanyakan orang, dan mengetahui bagaimana menghindari beberapa faktor risiko hanyalah permulaan. Jika seorang pasien memang memiliki riwayat keluarga penyakit jantung, dia pasti harus menyebutkan ini ke dokternya.
Salah satu faktor utama penyebab stroke adalah sirkulasi yang buruk di otak dan/atau sumsum tulang belakang. Hal pertama yang kemungkinan besar akan direkomendasikan oleh dokter adalah obat anti-iskemia, yang dapat membantu mencegah pembentukan gumpalan di pembuluh darah. Penderita stroke perlu memastikan bahwa mereka mendapatkan banyak magnesium, yang merupakan zat yang membantu menjaga otot-otot tubuh tetap kuat. Ada banyak bentuk magnesium yang berbeda, dan beberapa yang paling umum ditemukan dalam suplemen magnesium kunyah. Banyak orang suka mengonsumsi magnesium sebelum atau sesudah makan, karena ini memudahkan mereka untuk menyerap jumlah yang disarankan sepanjang hari. Karena otak membutuhkan tingkat tertentu nutrisi khusus ini agar berfungsi dengan baik, dan karena digunakan untuk membantu orang menjaga tubuh dan saraf mereka tetap sehat, mendapatkan cukup nutrisi itu sangat penting.
Penderita stroke juga harus berolahraga secara teratur. Ini akan membantu mengurangi risiko masalah potensial dengan jantung, dan juga akan meningkatkan sirkulasi ke seluruh tubuh. Jika orang tersebut memiliki riwayat keluarga dengan penyakit jantung atau stroke, ia harus berkonsultasi dengan dokternya sebelum memulai jenis rejimen olahraga apa pun. Hal ini juga terjadi pada pasien yang merokok atau menggunakan produk tembakau, serta orang dengan tekanan darah tinggi. Mempelajari cara mencegah faktor risiko ini berkembang sangat penting dan semakin dini mereka terdeteksi, semakin baik.
