Candi Borobudur di Jawa
Candi Borobudur adalah sebuah vihara Buddha Mahayana abad ke-7 di Kabupaten Magelang, tidak pernah jauh dari kota Muntilan, Indonesia. Saat ini kuil Buddha terbesar di dunia. Kuil ini terdiri dari sembilan platform tinggi yang ditumpuk, enam lingkaran dan tiga persegi panjang, di atasnya oleh kubah pusat seperti kubah besar. Patung bodhisattva (penguasa) dan patung pelindung Bodhisattva ditempatkan di platform. Legenda mengatakan bahwa lokasi tersebut dipilih oleh Sang Buddha untuk berkhotbah menjadi tercerahkan. Legenda melanjutkan bahwa khotbah pertama terjadi di sana. Bangunan tiga sisi ini diyakini sebagai gudang bintang tua (buku/surat yang ditulis oleh Sang Buddha).
Stupa di dalam kompleks memiliki teks serta ilustrasi. Ada juga patung Bodhisattva, serta gambar Buddha, alam, gunung, dan Dewa. Patung sembilan puluh tiga dewa dari tradisi Bodhisattva juga terletak di dalam kuil. Dibangun pada masa pemerintahan Raja Buddha Gautama, pada abad ketiga, oleh permaisuri Buddha Gautama. Candi Borobudur terletak pada jarak 150kms dari kawasan pusat bisnis Jawa dan sering dikunjungi oleh para pelancong. Dapat diakses dengan mobil, kereta api, bus, taksi, dan udara. Mendaki gunung dan mendaki gunung adalah beberapa kegiatan yang dapat diikuti oleh wisatawan. Daya tarik utama di dalam pura adalah tempat suci yang terletak di dalam area pura. Pintu masuk utama dijaga oleh para bhikkhu, yang membuka gerbang setelah menerima dana makanan. Bagian dalam tempat suci memiliki permadani, lukisan, dan mural dinding yang kaya warna dari adegan Buddha Gautama sebelumnya. Ruang tamu memiliki empat patung Buddha besar, dan di sudut barat adalah sosok Buddha duduk, dikelilingi oleh lingkaran bunga.
Di tengah tempat suci adalah buaian batu, dikelilingi oleh vas bunga teratai, beberapa pot air, dan patung pelindung Dewa Gautama. Di ujung selatan tempat suci adalah ceruk dengan lukisan di dinding yang menggambarkan raja, ratu, dan putri masa lalu Bogyoke. Kuil ini dikunjungi oleh banyak pengunjung selama musim panas, yang dapat melihat patung Buddha, mendengarkan khotbah para biksu, dan menikmati makanan kuil. Candi Borobudur memiliki aula sendiri, yang memiliki pertunjukan panggung dan kegiatan hiburan lainnya. Selama bulan Juli, pedagang dari seluruh Jawa menjual lentera kertas berhias dan menjual buah-buahan segar, ikan, dan sayuran. Beberapa turis bahkan membayar untuk menonton tarian dan musik di dalam kuil. Salah satu acara tersebut diadakan pada bulan Maret, ketika sebuah drama dilakukan dengan menggunakan boneka dan gajah sebagai aktor.
Karena candi ini terletak di tempat yang strategis, candi ini bisa menjadi perjalanan pulang pergi bagi sebagian orang, terutama selama musim puncak turis. Namun, perjalanan ini sangat berharga karena pengalaman tersebut akan terbukti menjadi pencerahan spiritual. Setelah memasuki kuil, Anda akan disambut oleh seorang biksu Buddha, yang akan membawa Anda melalui pintu depan ke aula utama di mana Anda dapat menemukan area meditasi. Seluruh pengalaman dipimpin oleh seorang pendeta bernama Nandighaire, yang dikenal sebagai ayah Borobudur. Dia memastikan bahwa pengunjung diperlakukan dengan hormat dan diberikan perhatian penuh yang layak mereka dapatkan.
